Rakyat Penambang Menjerit, Abdul Hamid Sukoli Jangan Sibuk Main Catur Politik

Rakyat Penambang Menjerit, Abdul Hamid Sukoli Jangan Sibuk Main Catur Politik

1 views
0

POHUWATO, deteksinews.id – Nama Abdul Hamid Sukoli mulai menjadi sorotan tajam di tengah memanasnya konflik penambang tradisional melawan korporasi tambang di Pohuwato.

Sebagai anggota DPRD dari Partai Gerindra—partai yang berada dalam lingkar kekuasaan daerah—diamnya Abdul Hamid mulai memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Padahal, Abdul Hamid bukan orang jauh dari dunia penambang. Ia lahir dari wilayah yang denyut hidup masyarakatnya bertumpu pada tambang rakyat. Ia tahu bagaimana rakyat kecil bertahan hidup dari tanah yang hari ini justru diperebutkan dan dipersempit oleh kepentingan korporasi.

Tetapi ketika rakyat mulai mengaku ditekan, diintimidasi, bahkan perlahan disingkirkan dari ruang hidupnya sendiri, suara keras dari Abdul Hamid justru nyaris tak terdengar.

Publik pun mulai bertanya dengan nada lebih kasar:
Apakah Abdul Hamid Sukoli sedang dibungkam oleh kepentingan partainya sendiri?
Apakah kursi politik membuat keberanian perlahan hilang?
Atau jangan-jangan kekuatan korporasi memang terlalu besar untuk dilawan para politisi lokal?

Pertanyaan ini bukan fitnah. Ini lahir dari kenyataan bahwa sampai hari ini masyarakat belum melihat keberanian terbuka dari wakil rakyat yang seharusnya berdiri paling depan membela mereka.

Sebagai kader partai penguasa, Abdul Hamid dianggap berada dalam posisi yang serba sulit. Jika terlalu keras membela rakyat penambang, ia bisa berhadapan dengan kepentingan kekuasaan dan jaringan investasi. Tetapi jika memilih diam, maka rakyat akan membaca itu sebagai bentuk pengkhianatan politik.
Dan politik punya hukum yang kejam:
diam di tengah penindasan sering kali dianggap sama dengan ikut membiarkan.
Masyarakat tidak memilih anggota DPRD untuk menjadi penonton. Rakyat memilih wakil untuk bertarung ketika rakyat ditekan.

Karena itu, masyarakat kini menunggu:
apakah Abdul Hamid Sukoli masih punya keberanian sebagai anak daerah yang lahir dari suara rakyat kecil, atau sudah berubah menjadi politisi yang terlalu nyaman berlindung di balik kekuasaan partai?

Sebab rakyat Buntulia tidak butuh pemain catur yang hanya pandai menyusun strategi di atas papan.
Rakyat butuh keberanian nyata di lapangan.

Dan jika sampai hari ini masih memilih diam, maka publik akan semakin percaya bahwa ada sesuatu yang sedang dijaga lebih besar daripada kepentingan rakyat penambang itu sendiri.
PSI/SS/D002

Your email address will not be published. Required fields are marked *