Swadaya Jadi Andalan, Tim Penas XVII Gorontalo Berjuang di Tengah Minim Dukungan

Swadaya Jadi Andalan, Tim Penas XVII Gorontalo Berjuang di Tengah Minim Dukungan

14 views
0

DETEKSINEWS.ID, GORONTALO – Persiapan Pekan Nasional Tani-Nelayan XVII terus dipacu di tengah keterbatasan fasilitas dan belum optimalnya dukungan anggaran. Kondisi itu terungkap dalam rembug evaluasi dan konsolidasi yang digelar Tim Kerja Daerah bersama petugas penghubung (LO) serta pengurus KTNA Provinsi Gorontalo, Ahad (10/5/2026).

Rembug mingguan tersebut berlangsung di Sekretariat Bersama Panitia Penas XVII kawasan Pentadio Resort dan dipimpin langsung Ketua KTNA Provinsi Gorontalo, Ardjun Mogulaingo.

Dalam pertemuan itu, semangat kerja swadaya Tim Kerja Daerah menjadi perhatian utama. Meski dengan berbagai keterbatasan, tim disebut tetap bergerak menyiapkan kebutuhan pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.

“Tim Kerja Daerah bekerja dengan semangat swadaya demi menyukseskan PENAS XVII. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi kebanggaan Gorontalo yang harus kita sukseskan bersama,” tegas Ardjun saat memimpin rembug.

Rembug tersebut juga menjadi momentum percepatan kesiapan pelaksanaan PENAS setelah kunjungan Prabowo Subianto ke Gorontalo.

Berbagai persoalan strategis dibahas dalam forum itu, mulai dari pembagian tugas LO, kesiapan lokasi kegiatan, akomodasi peserta, sistem komunikasi hingga pengamanan.

Menurut Ardjun, forum evaluasi rutin diperlukan agar setiap kendala di lapangan dapat segera dipetakan dan diselesaikan secara cepat serta terarah.

“Selain memastikan progres Tim Kerja Daerah, kami juga hendak memastikan berbagai kekurangan dan kendala di lapangan agar secepatnya dapat dicarikan solusinya,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan Pekan Nasional Tani-Nelayan XVII bukan sekadar agenda nasional, melainkan menyangkut nama baik daerah sebagai tuan rumah.

“Nama baik Gorontalo dipertaruhkan pada Penas XVII ini,” katanya menegaskan.

Saat memimpin rembug, Ardjun didampingi Sekretaris KTNA Provinsi Gorontalo, Darwin Hamzah Tolinggi dan Bendahara KTNA Provinsi Gorontalo, Maruwiyyah Hassan.

(Hans Pieter Mahieu)

Your email address will not be published. Required fields are marked *