Viral Di Medsos Warga Duduki Lahan Gunung Pani, LAI Minta Forkopimda Pohuwato Turun Tangan

Viral Di Medsos Warga Duduki Lahan Gunung Pani, LAI Minta Forkopimda Pohuwato Turun Tangan

1 views
0

Deteksinews.id, POHUWATO – Viralnya di media sosial (medsos) sejumlah masyarakat yang klaim pemilik lahan di sejumlah titik lokasi 100 ha Gunung Pani Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato, membuat Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) angkat suara.

Melalui Staf khusus DPP LAI Harson Ali, Minggu (01/11/26) menyikapi serius apa yang terjadi di wilayah tersebut.

Olehnya DPP LAI meminta agar Forkopimda Pohuwato turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut, bila itu dianggap hal ini menjadi sebuah persoalan yang dapat menggangu stabilitas di daerah.

Peran pemerintah daerah terutama Forkopimda kata Harson Ali, sangat penting menyikapi fenomena antara perusahaan dan masyarakat khususnya yang mengklaim lahan milik mereka itu.

“Pemerintah harus melindungi hak hak masyarakatnya, apalagi saat ini mereka tidak mengatasnamakan koperasi, melainkan perorangan, pada lahan yang di kelola turun temurun.” Tegas Harson

Jangan sampai kata Harson serius, akan terjadi hal hal yang tidak inginkan bersama, sehingga peran pemerintah melalui Forkopimda perlu memandang hal ini secara serius.

Apalagi ungkap Harson, masyarakat pemilik lahan dalam pernyataan seperti yang terungkap dalam vidio yang viral di medsos, merasa berhak pada lahan yang dikuasai, dan mereka berani karena bernaung pada IUP yang menurutnya merupakan buah dari hasil perjuangan para penambang Gunung Pani.

“Saya berharap pemerintah melalui Forkopimda dapat membantu serta memperjuangkan hak hak masyarakatnya, apalagi mereka menduduki titik lokasi secara perorangan dan bukan atas nama KUD DT. Pemerintah harus duduk bersama memfasilitasi fenomena ini, sehingga tidak akan berbuah yang tidak sama kita inginkan.” Pungkasnya.

Seperti yang sempat viral di media sosial sejumlah masyarakat mulai beraktifitas dalam pertambangan emas di wilayah 100 ha di Gunung Pani, yang di klaim milik mereka secara perorangan.
(Redaksi team)

Your email address will not be published. Required fields are marked *