Deteksinews.id, BONE BOLANGO – Pemerintah Desa Ayula Selatan, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, terus memperkuat upaya perlindungan perempuan dan anak melalui kegiatan sosialisasi pencegahan dan solusi penanganan kekerasan seksual, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah preventif pemerintah desa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama orang tua dan kalangan remaja, terhadap bahaya kekerasan seksual serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
Kepala Desa Ayula Selatan, Henny Aswin Monoarfa, mengatakan sosialisasi tersebut penting dilaksanakan mengingat masih adanya berbagai persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian bersama, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perkawinan anak, hingga potensi kekerasan seksual.
Menurut Henny, perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial juga menghadirkan tantangan tersendiri dalam upaya melindungi anak-anak dan remaja.”Jangan sampai persoalan-persoalan tersebut terjadi di tengah masyarakat Desa Ayula Selatan. Karena itu, kami melaksanakan sosialisasi seperti ini sebagai langkah pencegahan,” ujar Henny.
Ia menjelaskan, Desa Ayula Selatan merupakan salah satu desa percontohan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang telah dikembangkan sejak masa pemerintahan sebelumnya. Program tersebut kini dilanjutkan melalui Ruang Bersama Indonesia (RBI), yang memiliki perhatian terhadap pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta penguatan peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah desa menghadirkan empat narasumber, yakni Koordinator Wilayah Kerja Kementerian Hak Asasi Manusia (Wilker KemenHAM) Gorontalo, Sarton Dali, perwakilan BNN Kabupaten Bone Bolango, Fasilitator Nasional RBI DRPPPA, Oktavianita Helingo, serta Kanit UPPA Polres Bone Bolango.
Materi yang disampaikan mencakup pencegahan kekerasan seksual, perlindungan perempuan dan anak, edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba, serta mekanisme penanganan dan pelaporan kasus kekerasan.
Salah satu pemateri, Koordinator Wilayah Kerja Kementerian Hak Asasi Manusia (Wilker KemenHAM) Gorontalo, Sarton Dali, mengingatkan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran HAM yang tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Ia juga mengajak masyarakat membangun komunikasi yang terbuka dalam keluarga agar anak-anak berani menceritakan persoalan yang mereka hadapi.
Sementara itu, Henny berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya pengawasan dan pendampingan terhadap anak.”Kami berharap para orang tua dapat lebih mengawasi anak-anaknya. Pemerintah desa juga siap membantu apabila ada persoalan yang terjadi di tengah masyarakat,” katanya.
Henny menegaskan, pemerintah desa ingin memastikan setiap persoalan yang menyangkut keselamatan perempuan dan anak mendapat perhatian dan penanganan yang tepat. Ia berharap Desa Ayula Selatan dapat terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, khususnya kekerasan seksual, sehingga perempuan dan anak dapat tumbuh dan beraktivitas dalam lingkungan yang aman.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah desa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap kasus kekerasan dan bersama-sama membangun budaya saling melindungi. (Tim Humas Wilker Gorontalo)













