Deteksinews.id, POHUWATO – Bertempat di ruang kerja, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menerima kunjungan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pohuwato, Tri Mayudin, Selasa (15/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas sejumlah hal terkait capaian cakupan dan keaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya dalam mendukung pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Provinsi Gorontalo pada September 2026.
Berdasarkan laporan BPJS Kesehatan, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Pohuwato hingga September 2026 telah mencapai 99,07 persen. Meski demikian, masih terdapat sebanyak 1.556 penduduk yang belum memiliki jaminan kesehatan nasional.
Sementara itu, tingkat keaktifan peserta JKN di Kabupaten Pohuwato hingga September 2026 berada di angka 90,72 persen. Angka tersebut masih menyisakan selisih 12.116 peserta untuk mencapai target keaktifan 98 persen.
Mencapai tingkat keaktifan 95 persen sesuai dengan NK dan RK tahun 2026, dibutuhkan tambahan 3.917 peserta aktif, dengan memperhitungkan kepesertaan perangkat desa sebanyak 3.190 orang yang saat ini masih dalam kondisi nonaktif.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga menginformasikan bahwa masih terdapat 15.455 penduduk Kabupaten Pohuwato yang kepesertaan JKN-nya tidak aktif. Di sisi lain, masih terdapat 2.568 peserta PBPU BP Pemda yang belum dilakukan pergantian segmen menjadi PBI JK sesuai dengan NK dan RK tahun 2026.
Menanggapi laporan tersebut, Bupati Saipul Mbuinga mengatakan bahwa persoalan kepesertaan JKN akan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pohuwato. Ia mengakui, kondisi anggaran daerah yang masih terbatas saat ini menjadi salah satu kendala dalam memberikan dukungan anggaran untuk kepesertaan JKN.
“Yang disampaikan ini akan menjadi perhatian kami. Diakui saat ini, dengan anggaran yang masih terbatas, pemerintah daerah belum bisa memberikan dukungan anggaran kepesertaan secara maksimal. Namun, ke depan, seiring dengan stabilnya anggaran daerah, kami akan melengkapi kekurangan tersebut,”ujar Saipul.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong agar aparat desa maupun masyarakat dapat menjadi peserta JKN yang aktif.
“Apa yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah akan menjadi perhatian ke depannya. Kami berharap seluruh masyarakat Pohuwato bisa masuk dalam kepesertaan BPJS Kesehatan,” harapnya.
Bupati juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BPJS Kesehatan Cabang Pohuwato yang telah menyampaikan laporan perkembangan kepesertaan JKN Kabupaten Pohuwato hingga September 2026.
Menurutnya, laporan tersebut penting sebagai bahan evaluasi pemerintah daerah dalam meningkatkan cakupan sekaligus keaktifan kepesertaan JKN, sehingga seluruh masyarakat Pohuwato dapat memperoleh jaminan kesehatan. (Mey/Prkm-D002)













