Polemik Antara Jurnalis Dan Oknum Dokter, IDI Pohuwato  Akan Bersikap Tegas

Polemik Antara Jurnalis Dan Oknum Dokter, IDI Pohuwato Akan Bersikap Tegas

5 views
0

dr. Dian Tambunan ; IDI Pohuwato tidak akan menutup-nutupi persoalan apabila terbukti ada pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya.

deteksinews.id, POHUWATO – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pohuwato, dr. Dian Ikagustina Tambunan, Sp.A, angkat bicara terkait tuntutan wartawan yang menggelar aksi unjuk rasa menyoroti dugaan pernyataan bernada ancaman yang dilakukan seorang oknum dokter Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pernyataan tersebut disampaikan dr. Dian saat menemui massa aksi, Rabu (08/07/2026).

Dr Dian mengatakan, IDI Pohuwato tidak akan menutup-nutupi persoalan apabila terbukti ada pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya.

“Saya sebenarnya di sini tidak ada menutup-nutupi. Seandainya itu memang melanggar ataupun mencederai hati teman-teman jurnalis, tentu akan menjadi perhatian kami,” ujar dr. Dian.

Menurutnya, setiap langkah yang akan diambil harus melalui koordinasi dengan IDI Provinsi Gorontalo agar penanganannya sesuai mekanisme organisasi.

“Segala konsekuensinya saya akan koordinasikan dengan Ketua IDI Provinsi Gorontalo. Langkah-langkah apa yang nanti akan kami lakukan, akan kami sampaikan juga kepada teman-teman,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dr. Dian menjelaskan bahwa kehadirannya menemui massa aksi bukan hanya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Bumi Panua, tetapi juga sebagai Ketua IDI Kabupaten Pohuwato.

“Jadi kapasitas saya di sini, walaupun memakai atribut ASN sebagai Plt Direktur RSUD Bumi Panua, saya juga hadir dalam kapasitas sebagai Ketua IDI Pohuwato,” jelasnya.

Dokter spesialis anak ini mengaku baru menerima informasi mengenai persoalan tersebut pada hari yang sama sehingga belum dapat mengambil keputusan secara sepihak.

“Ini saya baru terima hari ini. Tidak elok juga saya mengambil keputusan secara sepihak. Semua itu harus kita dudukkan dulu, permasalahannya apa,” ujarnya.

Meski demikian, dr. Dian memastikan organisasi profesi tidak akan mentoleransi pelanggaran apabila nantinya terbukti dilakukan oleh anggotanya.

“Seandainya memang ada kesalahan, kami pun akan menindak tegas sejawat kami. Tapi saya juga belum membaca secara utuh tuntutan teman-teman jurnalis, sehingga saya harus berkoordinasi terlebih dahulu, karena sesungguhnya tidak ada keputusan yang diambil sendiri,” tegasnya.

Diketahui, aksi unjuk rasa yang digelar wartawan dari berbagai media di Kabupaten Pohuwato merupakan bentuk pembelaan terhadap kebebasan pers yang dijamin oleh undang-undang.

Aksi tersebut dipicu adanya dugaan pernyataan bernada ancaman yang disampaikan oleh seorang oknum dokter ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pohuwato kepada wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.

Para jurnalis mendesak agar dugaan tersebut diusut secara serius serta meminta adanya langkah tegas dari organisasi profesi maupun instansi terkait apabila terbukti terjadi pelanggaran.

Your email address will not be published. Required fields are marked *