DEYEKSINEWS.ID, Pohuwato—Aksi unjuk rasa masyarakat penambang di Kabupaten Pohuwato terus berlanjut hingga hari kedua, Selasa (12/05/2026). Setelah menduduki dan bermalam di pelataran Kantor Bupati Pohuwato sejak Senin kemarin, massa aksi kembali melanjutkan demonstrasi sejak pagi hari.
Pantauan di lokasi, sejak pukul 06.00 Wita massa aksi telah mengaktifkan sound system dan mulai menyampaikan orasi secara bergantian. Sejumlah penambang tampak membentangkan tali serta menggantung pakaian mereka hingga pakaian dalam di area pelataran kantor bupati sebagai tanda mereka bertahan hingga ada kepastian sikap dari pemerintah daerah.
Suasana demonstrasi terlihat tetap ramai dengan para orator yang terus menyuarakan tuntutan mereka. Massa berharap Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, dapat hadir langsung menemui masyarakat serta memberikan solusi atas persoalan yang mereka hadapi pasca aktivitas pertambangan rakyat terganggu.
Salah satu orator aksi, Sonni Samoe, dalam orasinya menyampaikan kekecewaan masyarakat terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai belum memberikan rasa keadilan bagi para penambang rakyat.
“Kami ini adalah anak-anakmu. Diibaratkan ayam, Bupati Saipul Mbuinga adalah induk ayam. Oleh induknya, anak-anak ayam ini bukan hanya diberi makan tetapi juga dilindungi dari apa pun yang mengancam. Namun kenyataannya kini berbanding terbalik, induk kami bahkan hilang entah ke mana saat kami datang mengadu dan meminta keadilan,” ujar Sonni dalam orasinya.
Massa aksi menegaskan akan tetap bertahan hingga ada kejelasan sikap pemerintah daerah terkait tuntutan mereka.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dijadwalkan akan turun langsung bersama masyarakat penambang ke lokasi tambang di Hulawa pada pukul 10.00 Wita guna meninjau kondisi di lapangan serta mencari solusi atas konflik yang terjadi.(Tim Redaksi)












