Korwil KemenHAM Gorontalo Tegaskan Analis HAM Harus Jadi Tulang Punggung Kementerian HAM, Bukan Sekadar Mengejar Jabatan

Korwil KemenHAM Gorontalo Tegaskan Analis HAM Harus Jadi Tulang Punggung Kementerian HAM, Bukan Sekadar Mengejar Jabatan

1 views
0

Deteksinews.id, GORONTALO – Koordinator Wilayah Kerja Kementerian Hak Asasi Manusia (Wilker KemenHAM) Gorontalo, Kantor Wilayah KemenHAM Sulawesi Tengah, Sarton Dali, menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya bagi pegawai yang tengah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) Analis Hak Asasi Manusia (HAM).
Penegasan tersebut disampaikan Korwil KemenHAM Gorontalo, Sarton Dali, saat memimpin rapat internal yang diikuti seluruh ASN, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di lingkungan Kantor Wilker KemenHAM Gorontalo, Senin (2/11/2026).
Dalam arahannya, Sarton menyebut keberadaan jabatan fungsional Analis HAM memiliki posisi strategis bagi eksistensi dan penguatan kelembagaan Kementerian HAM. Karena itu, pegawai yang telah memilih jabatan tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan tunjangan, tetapi juga memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi organisasi.
“Analis HAM ini bukan hanya dibutuhkan pada satu bidang tertentu, tetapi mencakup seluruh bidang teknis. Karena itu, teman-teman yang sudah mengambil keputusan menjadi calon Analis HAM harus benar-benar mempersiapkan diri dan menerapkan ilmu yang diperoleh,” tegas Sarton.
Menurutnya, Kementerian HAM masih menghadapi tantangan dalam memperkuat kinerja organisasi, terutama dalam menghadirkan program dan kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Selama ini, keterlibatan dalam berbagai kegiatan dinilai masih perlu ditingkatkan agar tidak berhenti pada tataran teori dan konseptual.
Ia berharap para calon Analis HAM mampu memahami secara mendalam tugas, fungsi, serta kompetensi yang harus dimiliki. Kemampuan melakukan analisis pasal demi pasal, menyusun telaah HAM, hingga merumuskan rekomendasi menjadi sejumlah keterampilan penting yang harus dikuasai.
Sarton juga menyampaikan bahwa Kementerian HAM melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) tengah menyiapkan pengembangan kompetensi para Analis HAM secara bertahap. Setelah proses rekrutmen dan pelatihan, pelantikan para Analis HAM direncanakan berlangsung pada Desember 2026.
Ia berharap para Analis HAM nantinya menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun karakteristik dan kompetensi khusus Kementerian HAM yang membedakannya dari kementerian lainnya.”Yang harus kita pikirkan bukan hanya satu tahap kenaikan tunjangan, tetapi bagaimana kontribusi kita bagi kementerian ini. Kita harus memiliki kemampuan yang menjadi ciri khas Kementerian HAM,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sarton mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan spesialisasi, serta membangun budaya kerja yang produktif dan kolaboratif. Menurutnya, setiap pegawai memiliki potensi dan keahlian berbeda yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan organisasi, mulai dari kemampuan analisis kebijakan, penyusunan tulisan, hingga keterampilan multimedia seperti pembuatan video dan dokumentasi kegiatan.
Ia menegaskan bahwa pengembangan kompetensi tidak hanya diperuntukkan bagi PNS, tetapi juga PPPK. Seluruh pegawai memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, menunjukkan kemampuan, dan memperoleh kepercayaan pimpinan berdasarkan kinerja.
Melalui penguatan kompetensi tersebut, Sarton berharap ASN di lingkungan Wilker KemenHAM Gorontalo mampu meningkatkan kualitas pelayanan serta menghadirkan kontribusi nyata dalam pemajuan dan perlindungan HAM di tengah masyarakat. (Tim Humas Wilker Gorontalo)

Your email address will not be published. Required fields are marked *