Deteksinews.id, GORONTALO – Koordinator Wilayah Kerja Kementerian Hak Asasi Manusia (Wilker KemenHAM) Gorontalo, Kantor Wilayah KemenHAM Sulawesi Tengah, Sarton Dali, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) membangun budaya kerja yang profesional, kompetitif secara sehat, serta terbuka terhadap pengembangan potensi dan kompetensi masing-masing pegawai.
Ajakan tersebut disampaikan Sarton Dali saat memimpin rapat internal bersama seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK, di lingkungan Kantor Wilker KemenHAM Gorontalo, Senin (2/11/2026).
Dalam arahannya, Sarton menekankan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan tanggung jawab bersama. Setiap pegawai harus memiliki kemauan untuk terus belajar, menggali kemampuan, dan mengambil bagian dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Ia menegaskan tidak boleh ada pembedaan kesempatan pengembangan diri antara PNS dan PPPK. Menurutnya, seluruh pegawai memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan mendapatkan kepercayaan pimpinan melalui hasil kerja yang profesional.”Kami tidak membeda-bedakan, mau PPPK maupun PNS semuanya sama. Yang terpenting adalah bagaimana kita meningkatkan kemampuan dan bersaing secara sehat,” ujar Sarton.
Ia menjelaskan, persaingan sehat dalam lingkungan kerja bukan berarti saling menjatuhkan atau mencari kelemahan rekan kerja. Sebaliknya, persaingan harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas kinerja, integritas, kreativitas, dan kontribusi terhadap institusi.
Sarton juga mendorong pegawai untuk tidak terpaku pada satu jenis pekerjaan. Setiap potensi, baik di bidang analisis, penulisan, dokumentasi, maupun produksi konten multimedia, perlu dikembangkan dan dimanfaatkan untuk menunjang pelaksanaan tugas kantor. Selain pengembangan kompetensi ASN, Sarton turut menyoroti pentingnya keberadaan tenaga Penggerak HAM yang menjadi mitra strategis Kementerian HAM dalam memperkuat pemajuan HAM hingga ke tingkat desa.
Ia menyampaikan bahwa dalam rapat koordinasi Penggerak HAM, Sekretaris Jenderal Kementerian HAM telah menekankan potensi tenaga Penggerak HAM sebagai bagian dari penyiapan pemimpin masa depan.
Menurut Sarton, Penggerak HAM memiliki peran penting karena berada dekat dengan masyarakat sehingga dapat membantu mengidentifikasi dan memetakan berbagai persoalan HAM di lingkungan desa, sekaligus mendorong pencarian solusi atas permasalahan tersebut.”Penggerak HAM jangan dipandang sebagai bagian yang terpisah dari kita. Mereka adalah mitra kementerian. Kita harus memahami tugas dan fungsinya, termasuk mempelajari petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis kegiatannya,” jelasnya.
Ia mengingatkan seluruh ASN agar memiliki pemahaman yang memadai mengenai program Penggerak HAM sehingga mampu membangun koordinasi dan sinergi dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Pada kesempatan tersebut, Sarton juga menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas HAM di Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut direncanakan menyasar tiga lokasi, yakni SMP Negeri 1 Bonepantai, SMA Negeri 1 Bonepantai, dan Puskesmas Bonepantai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi dan penguatan kapasitas HAM di lingkungan pendidikan serta fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui berbagai agenda pengembangan kompetensi dan penguatan kemitraan tersebut, Sarton berharap seluruh ASN Wilker KemenHAM Gorontalo semakin solid, adaptif, dan mampu bekerja secara kolaboratif. Ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh pimpinan, tetapi juga oleh kemauan setiap individu untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi institusi serta masyarakat. (Tim Humas Wilker Gorontalo)












