Deteksinews.id, GORONTALO – Keberadaan Sky Billiard kembali menjadi sorotan. Kali ini, kritik tidak hanya tertuju pada dugaan peredaran minuman keras (miras) di tempat usaha tersebut, tetapi juga menyangkut identitas pemilik usaha yang disebut-sebut merupakan Ketua HIPMI Perguruan Tinggi.
M. Fadli dalam realesenya , Senin malam (2/11/26) ke redaksi menilai, apabila informasi mengenai jabatan pemilik Sky Billiard tersebut benar, maka kondisi ini patut menjadi perhatian serius. Sebab, HIPMI dikenal sebagai organisasi yang mendorong lahirnya pengusaha muda berintegritas, profesional, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Menurut Fadli, jabatan sebagai pemimpin organisasi pengusaha muda seharusnya sejalan dengan tanggung jawab moral dan keteladanan dalam menjalankan usaha.
“Sangat mencoreng nama HIPMI apabila benar seorang Ketua HIPMI Perguruan Tinggi memiliki usaha yang diduga menjadi tempat peredaran miras. HIPMI bergerak dalam membangun jiwa pengusaha muda, bukan justru membiarkan praktik usaha yang berpotensi menyimpang dari aturan dan norma yang berlaku,” tegas M. Fadli.
Ia juga mempertanyakan komitmen pengawasan terhadap Sky Billiard, mengingat tempat usaha tersebut sebelumnya telah beberapa kali mendapat teguran terkait dugaan aktivitas peredaran miras.
Fadli menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berhenti pada teguran semata. Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap perizinan usaha, termasuk kesesuaian izin operasional dengan aktivitas yang berlangsung di lapangan.
“Jangan sampai nama organisasi dijadikan kebanggaan, tetapi tanggung jawab sebagai pengusaha justru diabaikan. Kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, melainkan juga soal integritas dan keteladanan,” tambahnya.
M. Fadli turut meminta pihak HIPMI Perguruan Tinggi memberikan klarifikasi apabila informasi mengenai jabatan pemilik Sky Billiard tersebut benar.
**Hingga berita ini disusun, informasi mengenai kepemilikan Sky Billiard dan dugaan aktivitas peredaran miras masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pemilik Sky Billiard maupun pihak HIPMI Perguruan Tinggi.**












