Lahan Di Desa Londoun Poptim Sengaja Dibakar, Jalur Trans Sulawesi  Lumpuh

Lahan Di Desa Londoun Poptim Sengaja Dibakar, Jalur Trans Sulawesi Lumpuh

13 views
0

Deteksinews.id, POPAYATO POHUWATO — Aktivitas pembakaran lahan di Desa Londoun, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, pada Senin malam sekitar pukul 19.00 WITA, berubah menjadi kobaran api yang mengancam meluas hingga mendekati kawasan permukiman warga.

Peristiwa yang awalnya disebut sebagai pembakaran lahan, dengan cepat menjadi perhatian warga setelah api merambat ke sejumlah titik dan sulit dikendalikan. Kepulan asap serta kobaran api juga mengganggu arus lalu lintas di ruas Jalan Trans Sulawesi.

Warga menyebut api bukan muncul akibat kebakaran yang tidak diketahui sumbernya, melainkan diduga berasal dari aktivitas pembakaran yang sengaja dilakukan di area lahan.

Menurut warga tersebut, api awalnya dinyalakan oleh pihak yang disebut sebagai pemilik lahan. Namun, kondisi lahan dan arah angin membuat api kemudian menjalar ke berbagai penjuru.

«“Bukan kebakaran ini, dibakar. Sana itu yang punya lahan ada di atas babakar. Mo bagaimana mo padamkan sementara sana tuan lahan bakar,” ujar warga sekitar.»

Pernyataan tersebut menjadi salah satu informasi penting yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Sebab, apabila benar terdapat aktivitas pembakaran lahan yang kemudian menyebabkan api meluas hingga mengancam permukiman dan mengganggu akses jalan nasional, maka terdapat sejumlah aspek yang perlu diperiksa, mulai dari siapa pemilik atau pengelola lahan, tujuan pembakaran, hingga apakah aktivitas tersebut dilakukan dengan memperhatikan ketentuan keselamatan dan lingkungan.

Peristiwa Yang Perlu Dijawab Dan Di Telusuri

Peristiwa ini tidak hanya menyisakan persoalan mengenai luas lahan yang terbakar. Ada pertanyaan lebih mendasar yang perlu dijawab: siapa yang menyalakan api, untuk kepentingan apa pembakaran dilakukan, apakah ada pengawasan terhadap aktivitas tersebut, dan mengapa api bisa berkembang hingga mengganggu kepentingan publik?

Informasi awal di lapangan menyebutkan dua unit kendaraan pemadam kebakaran milik PT BJA Group dikerahkan untuk membantu melakukan pemadaman.

Upaya tersebut dilakukan setelah api semakin meluas dan menimbulkan gangguan terhadap pengguna jalan. Kobaran api dan asap bahkan disebut menyebabkan kemacetan di Jalan Trans Sulawesi selama hampir dua jam.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa pembakaran lahan yang semula berada di area tertentu dapat berubah menjadi persoalan publik ketika api tidak terkendali dan dampaknya mulai menyentuh keselamatan masyarakat serta kelancaran lalu lintas.

Hingga berita ini dipublish, informasi mengenai identitas pemilik lahan, luas area yang terbakar, penyebab pasti meluasnya api, serta ada atau tidaknya izin maupun tindakan pengawasan terhadap aktivitas pembakaran tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
Team

Your email address will not be published. Required fields are marked *