Aksi Pengeroyokan Di SMANSA Gorontalo, Bukti Kriminalisasi Dan Premanisme Sudah Merambah Di Sekolah

Aksi Pengeroyokan Di SMANSA Gorontalo, Bukti Kriminalisasi Dan Premanisme Sudah Merambah Di Sekolah

5 views
0

Deteksinews.id, GORONTALO KOTA, – Aksi pengeroyokan terhadap siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Gorontalo oleh puluhan oknum oknum siswa kelas XI pertanda aksi kriminalisasi dan Premanisme sudah tumbuh dan mengakar di lingkungan sekolah.

Hal ini di tegaskan orang tua siswa korban penganiayaan Nurdin Dali dan Herlina Kadili, Selasa (20/19/26) ketika di hubungi awak media.

Dikatakan Herlina Kadili ibu dari siswa yang menjadi korban aksi brutal para oknum oknum siswa kelas XI pada, Senin (19/10/26) kemarin, menjadi pelajaran yang sangat mengerikan dan membuat hati teriris, betapa lemahnya peran guru di sekolah dan makin miskin serta melemahnya etika para oknum oknum siswa penganiaya di lingkungan pendidikan pada sekolah tersebut.

“Coba pak, orang tua siapa yang tega dan tak teriris hatinya melihat puluhan siswa mengejar dan memperlakukan anak kami secara brutal tanpa ada rasa manusiawi,” Ungkap Herlina Kadili diamini bapak korban.

Dalam curhatannya, Herlina Kadili mengungkapkan, menyebarnya Video pengeroyokan pada anak kami “Teguh Friansyah N Dali”, Oleh para pelaku oknum oknum siswa secara membabi buta dan tidak manusiawi di SMA 1 Kota Gorontalo. Menandakan tindak kriminalisasi dan premanisme di lingkungan sekolah masih sangat terasa.

Kami berharap, terang Herlina, hal ini menjadi perhatian serius setiap pihak dan pemangku kepentingan baik di sekolah maupun di daerah.

“Sungguh sangat memilukan, hanya karena tidak senang dengan tatapan/lirikan anak kami saat mengumpulkan donasi bola volli. Kelompok siswa langsung melakukan tindak kekerasan secara membabi buta.” Urai Ibu korban.

Jelas terlihat dan terdengar di Video teriakkan “Bage Bage”, (pukul pukul) kata Herlina, dan diiringi aksi pemukulan secara membabi buta yang tidak berkesudahan pada anak kami, Teguh sangat menyayat hati, apalagi dirinya ibu dari korban aksi brutal ini.

“Apalagi terlihat hingga anak kami terlihat Jatuh dan tidak dapat berbuat apa apa.” Terangnya.

Alhamdulillah urai Herlina, terlihat beberapa guru berupaya membantu mekerai, tapi tetap diseruduk oleh pukulan bertubi tubi yang di arahkan pada anak kami.

“Untuk itu dengan Tegas Kami katakan bahwa persoalan ini telah kami laporkan kepada pihak berwajib (berproses). Pihak sekolah pun secara tegas akan menindaklanjuti tanpa pandang bulu. Kami meminta para pelaku diberi sanksi berat sesuai perbuatan.” Harapnya

“Sabar ya anak MAPA, Keadilan Akan Ada Untukmu”

Hingga berita ini di publish belum ada konfirmasi ke pihak sekolah dan aparat penegak hukum sebagai tindak lanjut dari proses aksi brutal tersebut, dan laporan polisi orang tua korban.

Awak.mefia akan menghubungi pihak pihak terkait, dengan aksi yang tidak berprikemanusiaan yang di pertontonkan oknum oknum siswa tersebut.

D002

Your email address will not be published. Required fields are marked *