Korwil KemenHAM Gorontalo: Jangan Rendah Diri Jadi Ibu Rumah Tangga, Pekerjaan Ini Fondasi Kuatnya Sebuah Bangsa

Korwil KemenHAM Gorontalo: Jangan Rendah Diri Jadi Ibu Rumah Tangga, Pekerjaan Ini Fondasi Kuatnya Sebuah Bangsa

3 views
0

Deteksinews.id, BONE BOLANGO – Menjadi ibu rumah tangga bukanlah pekerjaan yang patut dipandang sebelah mata. Di balik aktivitas memasak, mengurus anak, menyiapkan kebutuhan keluarga, hingga mendampingi tumbuh kembang buah hati, tersimpan peran besar dalam membangun keluarga dan menentukan masa depan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Koordinator Wilayah Kerja Kementerian Hak Asasi Manusia (Wilker KemenHAM) Gorontalo, Kantor Wilayah Sulawesi Tengah, Sarton Dali, saat menjadi pemateri dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Solusi Penanganan Kekerasan Seksual bagi Perempuan di Desa Ayula Selatan, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (30/10/2026).
Di hadapan peserta yang didominasi kaum perempuan dan orang tua, Sarton mengajak para ibu untuk tidak merasa rendah diri hanya karena menjalani peran sebagai ibu rumah tangga. Menurutnya, pekerjaan mengurus rumah tangga merupakan pekerjaan mulia karena memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter anak, menjaga keharmonisan keluarga, dan membangun fondasi kehidupan bermasyarakat.
“Jangan ibu-ibu merasa kecil hati, misalnya karena hanya menjadi ibu rumah tangga. Justru ibu rumah tangga itu adalah pekerjaan yang paling mulia,” ungkap Sarton dalam pemaparannya.
Ia mengibaratkan peran seorang ibu sebagai fondasi sebuah bangunan. Jika fondasinya kuat, bangunan akan berdiri kokoh. Begitu pula dengan kehidupan keluarga dan masyarakat.
Menurut Sarton, keluarga merupakan lingkungan terkecil yang menjadi dasar terbentuknya kehidupan sosial. Dari keluarga yang kuat akan lahir masyarakat yang baik, kemudian berkembang menjadi desa, kabupaten, provinsi, hingga negara yang kuat.
“Ibu-ibu itu yang akan membuat fondasi kehidupan rumah tangga. Dari rumah tangga kemudian terbentuk lingkungan keluarga, masyarakat, desa, sampai negara. Kalau fondasinya kuat, insyaallah negara ini juga akan kuat,” jelasnya.
Sarton juga mengingatkan bahwa pekerjaan seorang ibu rumah tangga tidak bisa diukur hanya dari penghasilan atau materi yang diperoleh. Aktivitas sehari-hari seperti memasak, menyiapkan makanan, mengurus anak, mengantar anak ke sekolah, hingga memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi merupakan bentuk kontribusi nyata yang sering kali tidak disadari nilainya.
Ia bahkan memberikan gambaran sederhana tentang betapa pentingnya peran seorang ibu dalam rumah tangga. Menurutnya, ketika seorang ibu tidak lagi menjalankan aktivitas sehari-hari seperti menyiapkan makanan selama beberapa hari, anggota keluarga akan merasakan betapa besar kontribusi yang selama ini diberikan.
Karena itu, ia meminta kaum perempuan untuk tetap menghargai diri sendiri dan menyadari bahwa peran mereka sangat menentukan keberlangsungan keluarga. Namun, Sarton menegaskan bahwa kemuliaan peran sebagai ibu rumah tangga juga harus diiringi dengan pemahaman mengenai hak-hak perempuan.
Perempuan memiliki hak yang sama untuk dihormati, dilindungi, memperoleh rasa aman, serta mendapatkan kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan pemerintahan. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sebagai salah satu upaya mencegah kekerasan seksual maupun berbagai bentuk kekerasan lainnya.
Orang tua, katanya, harus menjadi tempat paling aman bagi anak untuk menyampaikan persoalan dan menceritakan pengalaman yang dialami.”Jangan sampai anak-anak kita lebih nyaman bercerita kepada orang lain daripada kepada orang tuanya sendiri. Kita harus menjadi pendengar yang baik bagi anak-anak,” pesannya.
Sarton turut mengajak masyarakat agar tidak menoleransi segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Apabila mengalami atau mengetahui adanya kekerasan, masyarakat diminta berani melaporkan kepada aparat desa maupun instansi berwenang agar korban memperoleh perlindungan dan pendampingan.
Desa Ayula Selatan sendiri merupakan desa yang telah terintegrasi dengan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), yang kemudian dilanjutkan melalui program Ruang Bersama Indonesia (RBI).
Melalui kegiatan ini, diharapkan perempuan semakin menyadari nilai dan kemuliaan perannya dalam keluarga maupun masyarakat, sekaligus memahami hak-haknya sebagai warga negara yang wajib dihormati dan dilindungi.
Sebab, membangun bangsa yang kuat tidak hanya dimulai dari ruang pemerintahan, tetapi juga dari keluarga, dan di dalamnya ada peran besar seorang ibu. (Tim Humas Wilker Gorontalo)

Your email address will not be published. Required fields are marked *