Lapas Gorontalo Gandeng UIN Sultan Amai Gorontalo, Hadirkan Kelas Perkuliahan bagi Warga Binaan dan Pegawai

Lapas Gorontalo Gandeng UIN Sultan Amai Gorontalo, Hadirkan Kelas Perkuliahan bagi Warga Binaan dan Pegawai

18 views
0

DETEKSINEWS.ID, Gorontalo – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo terus meningkatkan kualitas pembinaan melalui sektor pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Lapas Kelas IIA Gorontalo dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo sebagai langkah awal penyelenggaraan program pendidikan tinggi di lingkungan lapas.

Rencana kerja sama ini sejalan dengan inisiatif yang telah dibahas sebelumnya antara kedua institusi untuk menghadirkan pendidikan tinggi bagi warga binaan.

Melalui kerja sama ini, Lapas Gorontalo dan UIN Sultan Amai Gorontalo akan membuka kelas perkuliahan yang dilaksanakan langsung di dalam lingkungan lapas. Program tersebut akan melibatkan warga binaan pemasyarakatan serta para pegawai Lapas yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung tanpa mengganggu pelaksanaan tugas maupun program pembinaan.

Kepala Lapas Gorontalo, Junaidi Rison, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh insan pemasyarakatan.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang mampu membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, serta membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Melalui kolaborasi ini kami ingin menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif. Warga binaan memiliki hak untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri, begitu pula dengan pegawai yang ingin mengembangkan kompetensinya. Kami berharap program ini menjadi tonggak lahirnya sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan berdaya saing,” ujar Junaidi pada Jumat, 7/8/2026.

Dr. Naufal Ilma W. Ketua Program Studi Sosiologi Agama FUD UIN Sultan Amai Gorontalo menyambut baik kerja sama tersebut sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kehadiran kelas perkuliahan di dalam lapas diharapkan menjadi inovasi pendidikan yang mampu memberikan kesempatan belajar bagi semua kalangan tanpa terkecuali,” ucap Naufal.

Ia mengatakan, bahwa program ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin humanis dan berorientasi pada pembinaan. Dengan hadirnya layanan pendidikan tinggi di dalam lapas, diharapkan warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter positif sebagai modal untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat setelah bebas nanti.

“Program ini melengkapi berbagai kegiatan pembinaan pendidikan yang telah dijalankan Lapas Gorontalo, termasuk pendidikan kesetaraan bagi warga binaan,” tutupmya.

Your email address will not be published. Required fields are marked *