Bunda PAUD Desa dan Pokja Kecamatan Marisa Dikukuhkan

Bunda PAUD Desa dan Pokja Kecamatan Marisa Dikukuhkan

13 views
0

Deteksinews.id, POHUWATO – Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Marisa sekaligus Kelompok Kerja (Pokja) masa bakti 2026-2030 resmi dikukuhkan, Rabu (30/9/2026).

Pengukuhan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Marisa tersebut, dilakukan oleh Bunda PAUD Kecamatan Marisa, Rosdiana Bay Thalib, dan dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Pohuwato yang diwakili Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten, Suriyati Datau R. Abdjul.

Turut hadir Camat Marisa Usman H. Bay, Sekretaris Camat Marisa, Koordinator Wilayah Kecamatan Marisa, Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato, Erni Hulubangga, serta para kepala desa se-Kecamatan Marisa.

Pengukuhan Pokja Bunda PAUD ditandai penandatanganan berita acara dengan pemasangan selempang oleh Bunda PAUD Kecamatan Marisa kepada delapan orang istri kepala desa se-Kecamatan Marisa.

Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Pohuwato, Suriyati Datau R. Abdjul, mengatakan kehadirannya mewakili Bunda PAUD Kabupaten Pohuwato dan Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten yang berhalangan hadir karena memiliki agenda lain.

Menurut Suriyati, pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap masa depan anak-anak, khususnya dalam pemenuhan hak pendidikan anak usia dini.

“Anak usia dini berhak mendapatkan kesempatan terbaik untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, Bunda PAUD kecamatan dan desa memiliki peran penting sebagai penggerak, penghubung, dan penguat kepedulian masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini,”ujarnya.

Ia mengajak seluruh Bunda PAUD yang baru dikukuhkan agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, pengukuhan tersebut harus menjadi titik awal untuk menjalankan berbagai program kerja Pokja Bunda PAUD.

Salah satu program yang akan didorong adalah pembentukan posko di setiap desa untuk melakukan pendataan anak usia dini secara menyeluruh.

“Nanti kita akan membentuk posko di setiap desa. Itu akan mendata, kita akan sisir data dari bawah karena tugas dari Bunda-Bunda PAUD desa itu sangat berat. Olehnya, koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama dengan suami sebagai kepala desa,”jelasnya.

Suriyati juga berharap Pokja Bunda PAUD Kecamatan Marisa dapat menjadi wadah koordinasi dan kolaborasi, sekaligus menggerakkan Bunda PAUD desa agar setiap program yang dilaksanakan benar-benar menyentuh kebutuhan anak dan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya pendataan anak usia dini yang belum mendapatkan akses pendidikan. Dari data tersebut, kata dia, berbagai kendala yang dihadapi anak dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama.

“Tugas kita mulai dari desa, kita cari datanya, kita lihat berapa persen yang ada di Kecamatan Marisa yang perlu kita usahakan untuk masuk sekolah. Kalau misalnya kendalanya di pakaian, itu ada program dari Dikbud, ada pengadaan seragam sekolah,”terangnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kecamatan Marisa, Rosdiana Bay Thalib, mengatakan pengukuhan Bunda PAUD bukan sekadar jabatan seremonial maupun beban administratif.

Menurutnya, anak-anak merupakan generasi penerus yang memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi generasi emas yang berakhlak mulia, cerdas, serta memiliki kecintaan terhadap agama.

Anak-anak kita hari ini adalah lembaran putih yang suci atau fitrah, titipan Allah SWT yang di dalamnya mengalir potensi luar biasa untuk menjadi generasi emas yang berakhlak mulia, cerdas, dan cinta pada agamanya,”kata Rosdiana.

Ia menyebut pengukuhan Bunda PAUD Desa dan Pokja menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam mendampingi tumbuh kembang anak usia dini di seluruh desa di Kecamatan Marisa.

“Kepada Bunda PAUD Desa dan pengurus Pokja yang baru dikukuhkan, saya ucapkan selamat mengemban amanah yang mulia ini. Ingatlah bahwa kerja-kerja PAUD adalah kerja hati,”ujarnya.

Rosdiana mengajak para Bunda PAUD menjadikan setiap aktivitas pendampingan dan pelayanan kepada anak sebagai bagian dari pengabdian.

“Ketika lelah melanda, niatkan setiap langkah kita ke sekolah atau kelompok bermain sebagai ibadah karena lillahita’ala. Jadilah pelita yang menerangi, figur ibu yang meneduhkan, serta rumah kedua yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak kita,”tuturnya.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi ke depan tidak ringan. Di antaranya penguatan transisi PAUD ke sekolah dasar (SD) yang menyenangkan, pencegahan stunting melalui perhatian terhadap gizi seimbang, serta memastikan seluruh anak usia dini di wilayah desa mendapatkan hak pendidikannya.

“Mari kita jadikan ladang pengabdian ini sebagai jembatan amal kebaikan kita. Mohon dukungan dari Bapak Camat, para kepala desa, dan seluruh stakeholder agar langkah-langkah kecil kita berdampak besar bagi masa depan anak-anak tercinta di Kecamatan Marisa,” pungkasnya. (Mey/prkm-D002)

Your email address will not be published. Required fields are marked *