Deteksinews.id GORONTALO — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental mendapat perhatian Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Sulawesi Tengah Wilayah Kerja Gorontalo.
Hal itu mengemuka saat Koordinator Wilayah Kerja KemenHAM Gorontalo, Sarton Dali, menerima kunjungan Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) Wilayah VI di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan kerja sama pelaksanaan World Mental Health Day (WMHD) Gorontalo 2026 yang mengangkat tema “Ruang untuk Merasa”.
Sarton Dali menyambut baik rencana kegiatan yang digagas mahasiswa psikologi tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai kesehatan mental penting dilakukan di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran terhadap hak setiap orang untuk mendapatkan kehidupan yang bermartabat.
“Kami menyambut baik terkait kegiatan itu. Sambil menjajaki kerja sama dengan teman-teman mahasiswa, kiranya kalau mereka mempunyai kegiatan nanti bisa melibatkan kami dari Kementerian HAM,”kata Sarton.
Ia menegaskan, KemenHAM terbuka untuk terlibat dalam berbagai kegiatan mahasiswa yang memiliki keterkaitan dengan isu hak asasi manusia, termasuk edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Panitia WMHD Gorontalo 2026, Istiqoma Gurdam, mengatakan kedatangan mereka untuk mengajukan kerja sama sekaligus menyampaikan proposal kegiatan WMHD yang akan digelar di Provinsi Gorontalo.
“Kami mengangkat tema ‘Ruang untuk Merasa’. Peringatan World Mental Health Day jatuh pada 10 Oktober, namun kegiatan kami akan dilaksanakan pada 11 Oktober di Taman Budaya Limboto,”ujar Istiqoma, yang juga mahasiswi Universitas Muhammadiyah Gorontalo.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menargetkan sekitar 100 responden dari masyarakat yang beraktivitas di kawasan Taman Budaya Limboto. Kegiatan direncanakan berlangsung sekitar pukul 15.00 WITA, saat jumlah pengunjung taman diperkirakan lebih banyak.
Istiqoma menjelaskan, kegiatan tersebut diarahkan untuk memberikan edukasi sederhana kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental. Menurutnya, masih banyak orang yang merasakan kelelahan, stres maupun tekanan psikologis, tetapi belum memahami penyebab dan cara menyikapinya.“Kami berharap masyarakat, khususnya di Provinsi Gorontalo, tahu pentingnya kesehatan mental untuk masa sekarang maupun masa depan,”katanya.
ILMPI Wilayah VI sendiri mencakup wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua. Untuk pelaksanaan WMHD di Gorontalo, mahasiswa dari tiga perguruan tinggi yang memiliki program studi psikologi turut bergabung dalam kegiatan tersebut.
Istiqoma juga berharap kolaborasi dengan KemenHAM dapat berlanjut pada kegiatan-kegiatan berikutnya. Ia menilai isu kesehatan mental tidak dapat dilepaskan dari aspek kemanusiaan dan hak asasi manusia.
“Banyak kasus mengenai kesehatan mental yang tetap berkaitan dengan manusia di dalamnya. Karena itu, sumber daya dan perspektif HAM juga diperlukan dalam kerja sama yang kami bangun,”ujarnya.
Pertemuan tersebut sekaligus membuka ruang kolaborasi antara KemenHAM dan organisasi mahasiswa dalam mendorong edukasi publik mengenai kesehatan mental, hak asasi manusia, serta pentingnya menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kondisi psikologis masyarakat. (Tim Humas Wilker Gorontalo)













