Lapas Gorontalo Dongkrak UMKM Warga Binaan Lewat Kreasi Kopi Racikan

Lapas Gorontalo Dongkrak UMKM Warga Binaan Lewat Kreasi Kopi Racikan

8 views
0

Deteksinews.id, Gorontalo – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo terus mendorong pengembangan keterampilan dan kemandirian warga binaan melalui berbagai program pembinaan produktif.

Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengembangkan kreasi kopi racikan hasil keterampilan warga binaan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Gorontalo dalam memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

Dengan memanfaatkan bahan dan kreativitas yang tersedia, warga binaan dilatih untuk mengolah kopi menjadi produk minuman yang memiliki cita rasa serta nilai jual.

Prosesnya tidak hanya berfokus pada kemampuan meracik kopi, tetapi juga memperkenalkan aspek pengelolaan usaha, pelayanan, hingga pengemasan produk.

Kepala Lapas Gorontalo Junaidi Rison mengatakan, bahwa pembinaan kemandirian menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan produktif.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitasnya. Harapan kami, keterampilan tersebut dapat menjadi modal ketika mereka kembali ke masyarakat dan mampu membangun usaha secara mandiri,” kata Junaidi pada Senin(5/10/2026).

Menurutnya, pengembangan UMKM warga binaan juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Gorontalo untuk terus memperluas program pembinaan yang memiliki nilai ekonomi.

“Produk yang dihasilkan warga binaan tidak sekadar menjadi aktivitas selama berada di Lapas, tetapi diharapkan dapat berkembang menjadi produk yang memiliki daya saing dan memberikan manfaat ekonomi ,” ucapnya.

Sementara itu, penanggung jawab Booth UMKM Handy Pulumuduyo terus memberikan pendampingan kepada warga binaan agar kegiatan tersebut berjalan secara terarah.

“Warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar secara langsung, mulai dari proses persiapan bahan, teknik peracikan, penyajian hingga menjaga kualitas produk,” kata dia.

Bahkan kata Handy, kreasi kopi racikan ini, sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk berkarya dan mengembangkan potensi diri.

“Kami berupaya menciptakan warga binaan yang produktif, kreatif, serta memiliki keterampilan sebagai bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana,” pungkasnya.

Your email address will not be published. Required fields are marked *