DETEKSINEWS.ID, Gorontalo – Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) terus bergerak cepat dalam memperkuat struktur kelembagaan di daerah guna memastikan pelayanan hak asasi manusia menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Langkah strategis ini ditegaskan usai dilaksanakannya rapat evaluasi komprehensif mengenai kriteria peningkatan kelas dan pembentukan Kantor Wilayah (Kanwil) KemenHAM Gorontalo, bertempat di Aula Kemenkum Gorontalo, Selasa (19/05/2026).
Ketua Tim dari Biro SDM, Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana KemenHAM RI, Betni H. Purba, menyatakan bahwa hasil evaluasi ini menitikberatkan pada urgensi pemetaan isu-isu HAM di Gorontalo secara multidimensional.
Momentum pembentukan Kanwil baru ini dipandang sebagai kesempatan emas serta catatan sejarah yang harus diperjuangkan secara kolektif oleh seluruh jajaran pegawai di Wilayah Kerja (Wilker) Gorontalo.
“Kita merupakan bagian dari sejarah ini, kita baru memulai. Jika orang tua atau pendahulu kita dulu berjuang untuk merdeka, sekarang perjuangan kita adalah mewujudkan Kantor Wilayah KemenHAM Gorontalo. Tekadkan itu dalam diri masing-masing. Jangan main-main, karena kesempatan emas seperti ini tidak akan datang dua kali,”tegas Betni H. Purba dalam sesi wawancara usai rapat evaluasi.
Betni menekankan pentingnya soliditas dan integrasi kerja di internal instansi. Keterbatasan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) tidak boleh menjadi hambatan, melainkan harus dijawab dengan pola kerja yang padu dan tidak terkotak-kotak.
Menghadapi target penyampaian berkas usulan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) yang dijadwalkan segera, seluruh tim diinstruksikan untuk melakukan perbaikan laporan secara cepat dan cermat.
Lebih lanjut, Betni menggarisbawahi bahwa perbaikan dokumen mencakup pencermatan kembali isu-isu HAM yang menjadi perhatian internasional, seperti yang dirilis oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk kemudian divalidasi dan disesuaikan dengan konteks riil di Gorontalo.
“Laporan ini harus segera diperbaiki dan dikejar penuntasannya melalui kerja keras. Jangan sampai kelalaian atau sikap abai membuat kita kehilangan momentum untuk naik tingkat dan membentuk Kanwil mandiri. Ini adalah momen krusial di mana kita semua bertindak sebagai pelaku dan pejuang sejarahnya,”imbuhnya.
Di akhir keterangannya, Betni mengingatkan bahwa pembentukan Kanwil bukan sekadar perluasan birokrasi, melainkan manifestasi kehadiran negara. Masyarakat Gorontalo harus diposisikan sebagai mitra kerja utama.
“Kanwil KemenHAM harus mampu mengayomi, melindungi hak-hak warga, dan mendorong masyarakat agar semakin melek HAM, sehingga keberadaan kementerian ini memberikan dampak positif yang dirasakan secara langsung (memiliki multiplier effect),”tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kakanwil KemenHAM) Sulawesi Tengah, Mangatas Nadeak, memberikan apresiasi sekaligus suntikan motivasi dalam sambutan penutupnya.
Ia menilai bahwa jajaran Wilker Gorontalo saat ini berada pada posisi yang sangat menguntungkan karena mendapatkan dukungan dan asistensi langsung dari tim pusat secara optimal.
Mangatas mengajak seluruh jajaran untuk memanfaatkan ruang ini dengan membuka mata lebar-lebar terhadap setiap peluang dan potensi kemajuan wilayah. Ia menganalogikan perjuangan pembentukan institusi ini layaknya sebuah turnamen atau kejuaraan tingkat nasional yang membutuhkan mentalitas pemenang, disiplin tinggi, serta sikap pantang menyerah.
Guna memastikan akselerasi pembentukan Kanwil berjalan sesuai rencana, Kakanwil Sulawesi Tengah menginstruksikan agar seluruh kendala teknis maupun administratif yang dihadapi oleh staf di lapangan segera diinventarisasi dan dilaporkan secara berjenjang setiap hari kepada Tim Wilayah Kerja.
Di samping itu, pemantauan terhadap dinamika di media sosial dan kemajuan wilayah harus terus disatukan agar tercipta satu narasi pembangunan kelembagaan yang solid.
“Kita harus mampu menciptakan momentum kita sendiri. Dengan dukungan penuh dari para senior dan pimpinan wilayah, kuncinya adalah kerja keras, sinergi yang kokoh, serta konsistensi dalam mengawal progres setiap harinya. Jangan melupakan tugas rutin, terus pantau kemajuan wilayah, tetap kompak, dan jangan lupa berdoa agar ikhtiar besar kita bersama ini berhasil membawa kemajuan setara dengan provinsi lainnya,”pungkas Mangatas menutup arahannya. (Tim Humas Wilker Gorontalo)













