KemenHAM Gorontalo Dorong Masyarakat Jadi Agen Perubahan Bangun Lingkungan Adil dan Damai

KemenHAM Gorontalo Dorong Masyarakat Jadi Agen Perubahan Bangun Lingkungan Adil dan Damai

22 views
0

DETEKSINEWS.ID, Pohuwato – Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Kanwil Sulawesi Tengah, Wilayah Kerja Gorontalo, kembali menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia bagi Masyarakat.
Penguatan Kapasitas HAM kali ini, menyasar masyarakat di Bumi Panua, Desa Palopo Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato.

Meski di tengah suasana bulan suci Ramadan, antusiasme masyarakat Desa Palopo, Kecamatan Marisa, tidak surut untuk mengikuti kegiatan tersebut, yang digelar di Hotel Golden Sri, Pohuwato, Rabu (11/03/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Peran Masyarakat dalam Pencegahan Pelanggaran HAM di Desa itu, dibuka secara resmi oleh Analis HAM Kanwil KemenHAM Sulawesi Tengah (Wilayah Kerja Gorontalo), Albart Azis, yang mewakili Kakanwil Mangatas Nadeak.

Dalam sambutannya, Albart menekankan bahwa desa adalah unit pemerintahan terdepan yang paling krusial dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan.
“HAM bukan sekadar teori, tapi anugerah Tuhan yang melekat sejak lahir.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat Desa Palopo mampu mengenali potensi pelanggaran di sekitarnya dan menjadi agen perubahan untuk membangun lingkungan yang adil dan damai,”ujar Albart.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pohuwato, yang diwakili oleh Kabid Bina Pemerintahan Desa, Iswan Bouty, saat menjadi narasumber, mengaku terkejut sekaligus bangga melihat tingkat kehadiran peserta.

“Jujur saya kaget, biasanya kegiatan di bulan puasa begini sepi, paling yang datang hanya sedikit. Tapi hari ini luar biasa, masyarakat sangat antusias. Kami sangat mengapresiasi KemenHAM yang memilih Desa Palopo sebagai percontohan dari 101 desa di Pohuwato,” ungkap Iswan.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat menyasar desa-desa lain, terutama yang memiliki tingkat kerawanan konflik sosial yang tinggi.

Sebelumnya, dalam sambutannya Kepala Desa Palopo, Agus Hulubangga, menyambut hangat kepercayaan ini. Sebagai alumni Paralegal Justice Award (PJA) tahun 2024, Agus merasa memiliki kedekatan emosional dan tanggung jawab moral terhadap misi KemenHAM.

“Ini adalah kehormatan bagi kami. Dari sekian banyak desa, Palopo dipilih untuk berbagi ilmu terkait HAM. Kami berharap masyarakat memanfaatkan kehadiran para pemateri handal hari ini untuk memperdalam pemahaman mereka,” kata Agus.

Selain materi dasar HAM, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk mencurahkan kegelisahan mereka. Agus Hulubangga menyoroti fenomena sulitnya aktivitas perdagangan emas di Pohuwato menjelang Idulfitri, yang berdampak pada ekonomi warga.

“Berbicara HAM juga berarti berbicara hak untuk membangun ekonomi yang layak. Saat ini masyarakat sedang gelisah menghadapi hari raya. Kami berharap diskusi hari ini juga menyentuh aspek-aspek hak ekonomi masyarakat, khususnya bagi para penambang yang sedang kesulitan,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan budaya saling menghargai dan meminimalisir konflik sosial di tingkat desa, sehingga tercipta harmoni antara penegakan hukum dan kesejahteraan masyarakat.

Your email address will not be published. Required fields are marked *