ML, Tulang Punggung Keluarga Itu Meregang Nyawa Di PETI Desa Teratai

ML, Tulang Punggung Keluarga Itu Meregang Nyawa Di PETI Desa Teratai

44 views
0

Yanto Samarang : ” ibunya alami stroke, Ayahnya sudah meninggal, adiknya satu putus sekolah, dan satunya lanjut sekolah dalam keterbatasan biaya, nah siapa yang akan bertanggung jawab pasca meninggalnya sang kakak, pelindung dan tulang punggung keluarga”

DETEKSINEWS.ID, Pohuwato – Puluhan nyawa melayang di sejumlah Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato, namun tragedi ini tak mampu mengantar para pemilik lokasi serta penanggung jawab kegiatan tambang tesebut hingga ke Pengadilan.

Kematian ML (18), pemuda asal Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat, di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Teratai pada Kamis (5/3/2026), selain memicu sorotan keras dari kalangan masyarakat sipil.

Namun juga tragedi memilukan ini, menghantam jiwa keluarga, yang saat ini mengharapkan tangan kekar tersebut, menghidupi seluruh keluarganya.

Yanto Samarang tokoh masyarakat Paguat, Sabtu (7/3/26) ketika berbincang dengan awak.media mengakui kondisi keluarga ML tersebut.

Mereka kata Yanto, memiliki rumah yang jujur di katakan tidak layak dihuni.

“Ayahnya sudah meninggal, Ibunya alami stroke dan sudah lama, adiknya bungsu merelakan dirinya putus sekolah, dan mengikhlaskan kakak perempuan lanjut sekolah dengan berharap tangan kekar dari almarhum.” Urai Yanto Samarang

Yanto ikut prihatin dengan kondisi keluarga korban yang serba kekurangan dan hanya bersandar pada almarhum tersebut.

Adiknya yang bungsu merelakan putus sekolah kelas 2 SD dan berharap kakak perempuannya bisa lanjut ke SMK dan selanjutnya bisa membantu menopang ekonomi keluarga.

“Kakak, biarlah saya putus sekolah asalkan kakak bisa lanjut sekolah demi keluarga kita ” ucap sang bungsu seperti yang di tirukan Yanto Samarang.

Miris juga kata Yanto melihat kondisi keluarga tersebut, dalam keterbatasan ekonomi untuk setiap harinya.

Pertanyaannya, setelah ML meninggal, akankah kedua adiknya putus sekolah di saat kondisi sang ibu mengalami stroke sementara yang tersisa tinggal Kakek nya yang juga mempunyai beban serta tanggung jawab.

Sehingganya aktifis LP KPK ini meminta agar aparat kepolisian tidak mengabaikan kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Ada sejumlah fakta yang muncul dalam sejumlah pemberitaan media dan menunjukkan adanya indikasi yang layak didalami oleh penyidik.

Yanto pun menyinggung keterangan keluarga korban yang melihat dugaan bekas jeratan di leher serta luka lebam dan lecet pada beberapa bagian tubuh ML alias Mahmud

Selain itu, Yanto Samarang juga meminta peran pemerintah dengan melihat kondisi keluarga yang tidak memiliki tempat tinggal yang layak huni dengan dua anak yang sudah tidak mampu melanjutkan sekolah karena sudah di tinggalkan sang kakak yang kematiannya bahkan memiliki teka teki dan hanya pihak kepolisian yang bisa memastikan nya.

Yanto Samarang memberikan apresiasi kepada Ketua BPD dan aparat desa serta tokoh masyarakat Desa Bumbulan yang membantu menemukan orang yang mengantar korban kerumah orang tuanya.

“Ketua BPD Erick Kurune, aparat desa Vickran Dzibu dan tokoh masyarakat Bumbulan Ruly Bagu yang mencari pengantar mayat dan akhirnya di serahkan ke pihak kepolisian.” Terang Yanto

Besar harapan kami kata Yanto, baik ke pihak kepolisian dan pemerintah agar dapat mengungkap kematian ML serta dapat membantu kehidupan keluarga almarhum yang dalam kekurangan dan hidupnya di bawah garis kemiskinan tersebut.

PSI/D002

Your email address will not be published. Required fields are marked *