Kuota BBM Nelayan Gorontalo Naik, Aksi Boikot Batal Digelar

Kuota BBM Nelayan Gorontalo Naik, Aksi Boikot Batal Digelar

1 views
0

DETEKSINEWS.ID, Gorontalo – Rencana aksi boikot dan penahanan mobil tangki BBM oleh nelayan di Provinsi Gorontalo akhirnya batal digelar.

Hal ini menyusul keputusan PT Pertamina Patra Niaga Gorontalo yang menyetujui penambahan kuota BBM bagi nelayan setelah rapat koordinasi bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo, Dinas ESDM Provinsi Gorontalo, serta Asosiasi Nelayan Pedagang Ikan Provinsi Gorontalo.

Keputusan tersebut menjadi titik terang atas keluhan nelayan yang selama beberapa bulan terakhir mengalami keterbatasan pasokan BBM bersubsidi. Kondisi ini sempat memicu kekecewaan dan rencana aksi tegas dari para nelayan yang merasa aktivitas melaut mereka terhambat.

Dalam rapat yang berlangsung kondusif itu, seluruh pihak sepakat bahwa kebutuhan riil nelayan harus menjadi prioritas. Hasilnya, terjadi penambahan kuota di sejumlah wilayah strategis perikanan di Gorontalo.

Untuk Kabupaten Bone Bolango, kuota yang sebelumnya hanya 24 KL kini bertambah 26 KL sehingga total menjadi 50 KL. Sementara itu, Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo mengalami kenaikan dari 96 KL menjadi 120 KL.

Adapun Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Boalemo mendapatkan tambahan 20 KL, serta Kabupaten Pohuwato memperoleh tambahan 10 KL.

Ketua Asosiasi Nelayan Pedagang Ikan Gorontalo, Sarlis Mantu, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah daerah dan pihak Pertamina. Ia menilai keputusan ini membuktikan bahwa aspirasi nelayan tidak diabaikan.

“Ini langkah positif. Kami berharap distribusi ke depan benar-benar tepat sasaran agar nelayan tidak lagi kesulitan saat hendak melaut,” ujarnya.

Penambahan kuota BBM ini diharapkan mampu menstabilkan aktivitas penangkapan ikan, menjaga pasokan hasil laut di pasar, serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat pesisir. Pemerintah daerah juga berkomitmen melakukan pengawasan distribusi agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, suasana yang sempat memanas berangsur kondusif. Para nelayan pun kini bisa kembali fokus melaut tanpa dihantui kekhawatiran kekurangan bahan bakar.

ZACKY/D002

Your email address will not be published. Required fields are marked *