DETEKSINEWS.ID, POHUWATO – Dinamika politik di Kabupaten Pohuwato kian menghangat. Tokoh muda potensial yang memiliki rekam jejak panjang di dunia kemahasiswaan dan pergerakan daerah, Santo Ali, secara resmi menyatakan bergabung sebagai kader PDI Perjuangan Kabupaten Pohuwato.
Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk membawa gerakan pemuda ke ranah politik formal, sekaligus mendorong regenerasi kepemimpinan daerah yang berakar kuat pada pengalaman lapangan.
Nama Santo Ali sudah tidak asing dalam peta pergerakan sipil dan kemahasiswaan di Pohuwato. Berbagai posisi strategis pernah diemban olehnya, mulai dari Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pohuwato, anggota HJP, hingga dipercaya memimpin agenda kaderisasi awal mahasiswa sebagai Ketua Panitia Ospek Kampus. Rekam jejak tersebut menjadikan posisinya cukup diperhitungkan di kalangan milenial dan jejaring aktivis lokal.
Saat dikonfirmasi, Santo Ali menegaskan bahwa keputusannya masuk ke panggung politik formal merupakan ikhtiar untuk meluaskan jangkauan pengabdian. Pengalaman mengawal isu-isu daerah di ranah aktivisme menjadi modal utamanya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui jalur kebijakan publik.
Bergabungnya mantan ketua HMI ini diprediksi akan memberi energi segar sekaligus mengukuhkan posisi PDI Perjuangan di Pohuwato, khususnya dalam mengonsolidasi basis suara pemilih muda dan jejaring alumni organisasi kepemudaan.













