DETEKSINEWS.ID, Manado – Polri melakukan mutasi sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) pada Agustus 2026. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri yang memuat sejumlah perubahan jabatan strategis di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Dilansir dari @TeropongRakyat.Com, Salah satu nama yang mendapat penugasan baru yakni Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Dr. Roycke Harry Langie. Ia diangkat dalam jabatan baru sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri).
Perubahan jabatan tersebut sekaligus membawa peningkatan pangkat bagi Roycke Harry Langie. Dari sebelumnya berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol), ia akan menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) atau jenderal bintang tiga.
Jabatan Astamaops Kapolri merupakan salah satu posisi strategis di tingkat Mabes Polri. Astamaops menjadi unsur pengawas dan pembantu pimpinan yang memimpin Staf Utama Operasi (Stamaops).
Dalam jabatan tersebut, Komjen Pol Roycke Harry Langie akan memiliki tanggung jawab penting dalam mendukung Kapolri menjalankan kebijakan dan strategi operasi kepolisian secara nasional.
Astamaops Kapolri bertugas membantu Kapolri dalam merencanakan, mengoordinasikan, serta mengendalikan manajemen dan strategi operasi kepolisian di seluruh Indonesia.
Penugasan ini juga menempatkan Roycke Harry Langie pada posisi yang memiliki peran penting dalam pengelolaan operasi kepolisian nasional.
Selama menjabat Kapolda Sulawesi Utara, Roycke Harry Langie memimpin jajaran Polda Sulut dalam menjalankan berbagai tugas kepolisian dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Sulawesi Utara.
Kini, dengan penugasan baru sebagai Astamaops Kapolri, Roycke Harry Langie akan mengemban tanggung jawab yang lebih luas di tingkat nasional.
Mutasi dan promosi tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran, pengembangan karier, serta penguatan struktur dan pelaksanaan tugas kepolisian. (TR-D002)












