Mustari Hunta: ” Lonjakan harga pertalite mencekik konsumen,
Disperindagkop Didesak Sidak Pertamini nakal”
Deteksinews.id, Pohuwato – Antrian panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Marisa di soroti tokoh masyarakat (Tokmas) Pohuwato Mustari Hunta.
Tak tanggung tanggung Om Mus sapaan akrab Mustari Hunta justeru mendesak pimpinan PT ARBA mencopot manager dan pengawas SPBU Marisa.
Hal tersebut di ungkapkan Mustari Hunta saat menghubungi awak media, Kamis malam (03/09/26) terkait lonjakan harga BBM eceran yang terjual di pom Mini serta warung warung warga yang ada
“Rata rata pemilik Pom Mini serta warung penjual BBM jenis pertalite, memiliki kendaraan roda 4 dan mengambil antrian berulang ulang di SPBU Marisa.” Ungkap Om Mus dengan nada kesal.
Terindikasi kata Mus, karyawan SPBU main mata dengan para pemilik kendaraan tersebut, supaya bebas antrian berulang ulang.
Kondisi ini membuat para pemilik kendaraan lainnya kata Mustari Hunta, harus rela antri dan bahkan tidak mendapatkan jatah BBM jenis pertalite.
“Di luar SPBU, BBM jenis pertalite itu banyak, tapi harganya sudah melambung hingga Rp. 25.000/liter hingga 35.000/botol besar (1,5 liter)” Kata Mustari Hunta sedikit jengkel.
Melihat fenomena di lapangan yang begitu memprihatinkan dan di tambah dugaan kongkalingkong karyawan SPBU Marisa, Mustari dengan tegas minta pihak PT ARBA pemilik SPBU Marisa mencopot jabatan manager serta pengawas di lingkungan SPBU tersebut.
“Minta Disperindagkop Bertindak pedagang serta Pom Mini nakal”
Mustari Hunta pun mendesak agar instansi terkait Dinas Perindagkop Kabupaten Pohuwato melakukan sidak dan menindak tegas pedagang eceran serta pemilik Pom Mini yang suka suka menaikkan harga pertalite hingga mencekik leher para pengguna.
“Lonjakan harga pertalite yang mencekik konsumen, instansi terkait seperti
Disperindagkop didesak Sidak Pertamini nakal” tegas Mustari seraya menambahkan
“Sekali lagi saya minta Dinas Perindagkop Kabupaten Pohuwato bertindak tegas dan cepat melakukan sidak tanpa pandang bulu, jelas ini mencekik leher para konsumen BBM jenis pertalite.”
D002











