Deteksinews.id, Pohuwato – Lanjutan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah berlangsung khidmat di Masjid Al Mujahidin, Desa Botubilotahu, Kecamatan Marisa, Kamis (03/09/2026).
Perayaan Maulid Nabi yang dilaksanakan secara nasional tersebut merupakan hasil kolaborasi masyarakat Sulawesi Selatan dengan masyarakat Gorontalo setempat yang berada di kompleks Kantor Kecamatan Marisa.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, didampingi Camat Marisa, Usman Bay bersama Sekretaris Kecamatan Marisa, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Ny. Risnawati Adam Ali.
Turut hadir mantan Sekda Pohuwato, Hikman Katohidar, Kadis Perindagkop dan UKM, Ibrahim Kiraman, Kepala Dinas PMD, Kadir Amran, Kadhi Pohuwato, Ustaz Syaiful Sabu, Kapolsek Marisa, Kepala Desa Botubilotahu, One Mbuinga, Kepala Desa Marisa Utara, serta masyarakat setempat dan warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Iwan S. Adam menyampaikan permohonan maaf Bupati Pohuwato yang belum dapat hadir secara langsung karena masih mengikuti kegiatan kedinasan di Provinsi Gorontalo dan mewakilkan kami untuk menghadiri kegiatan ini,”ujar Iwan.
Menurut Iwan, kehadirannya pada perayaan Maulid Nabi di Masjid Al Mujahidin merupakan kali kedua sejak masjid tersebut mulai dimanfaatkan pada tahun sebelumnya. Ia berharap pada pelaksanaan Maulid di tahun-tahun mendatang akan terlihat perkembangan yang lebih besar, khususnya dalam bidang pembinaan keagamaan. Hal tersebut melihat perkembangan Masjid Al Mujahidin yang meski baru sekitar dua tahun dimanfaatkan, namun telah mengalami banyak perubahan.
“Saya sudah dua kali mengikuti kegiatan Maulid di masjid ini. Mudah-mudahan pada kali ketiga nanti sudah ada taman pengajian atau yayasan Qurani yang dapat mencetak generasi Islam ke depan, terutama melahirkan para penceramah,”ungkapnya.
Iwan juga mengapresiasi rencana pengurus masjid untuk menghadirkan tempat pengajian sebagai bagian dari upaya meningkatkan pembinaan keagamaan bagi masyarakat. Ia berharap momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi pelajaran dan bahan penghayatan bagi umat Islam untuk meneladani kehidupan Rasulullah SAW.
“Di momen Maulid Nabi ini, sekiranya menjadi sebuah pelajaran dan penghayatan bagi kita umat Islam dalam memedomani apa yang dilakukan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai umatnya, tentu kita menjalankan apa yang diperintahkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW,”jelasnya.
Lebih lanjut, Iwan mengakui bahwa perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Pohuwato dilaksanakan oleh berbagai suku dengan corak dan tradisi yang beragam. Menurutnya, perbedaan bentuk perayaan yang disesuaikan dengan adat istiadat masing-masing maupun perpaduan antara masyarakat setempat dan warga KKSS justru dapat penghayatan bagi umat Islam untuk meneladani kehidupan Rasulullah SAW.
“Di momen Maulid Nabi ini, sekiranya menjadi sebuah pelajaran dan penghayatan bagi kita umat Islam dalam memedomani apa yang dilakukan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai umatnya, tentu kita menjalankan apa yang diperintahkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW,”jelasnya.
Lebih lanjut, Iwan mengakui bahwa perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Pohuwato dilaksanakan oleh berbagai suku dengan corak dan tradisi yang beragam. Menurutnya, perbedaan bentuk perayaan yang disesuaikan dengan adat istiadat masing-masing maupun perpaduan antara masyarakat setempat dan warga KKSS justru dapat menjadi sarana mempererat persatuan dan kebersamaan.
Perayaan yang berbeda-beda sesuai adat istiadat ataupun perpaduan antara warga setempat dengan KKSS, khususnya, kiranya menjadi sebuah pengikat untuk kita semua dalam menjaga kebersamaan dan persatuan yang selama ini terbina dengan baik,”katanya.
Ia menambahkan, perayaan Maulid Nabi pada hakikatnya bertujuan mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Karena itu, berbagai bentuk perayaan, baik secara nasional maupun tradisional sesuai adat istiadat masyarakat, dapat menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi umat Islam.
“Terima kasih kepada takmirul Masjid Al Mujahidin yang telah memadukan atau mengkolaborasikan perayaan ini dengan warga setempat. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi dan berharap persatuan, kesatuan serta kebersamaan dapat terus dijaga bersama-sama,”tutur Iwan.
Wabup Iwan menegaskan bahwa keberagaman masyarakat yang hidup dan menetap di Kabupaten Pohuwato merupakan bagian dari ikatan kekeluargaan yang harus terus dirawat. “Daerah ini adalah tempat tinggal kita. Kita menetap dan bersama di sini, tentu menjadi sebuah ikatan kekeluargaan,”tambahnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian hikmah Maulid Nabi oleh Ustaz Umar Abdul Azis. Dalam tausiahnya, ia membawakan kisah dan perjalanan kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan bagi umat Islam. Kegiatan Maulid tersebut kemudian diakhiri dengan zikir dan doa bersama. (IK)













