LAPORAN: HANS PIETER MAHIEU
DETEKSI NEWS, (GORONTALO)–Waktu boleh membawa manusia ke jalan yang berbeda. Profesi boleh memisahkan langkah, jarak boleh membentangkan ruang, dan kehidupan boleh menempatkan setiap orang di sudut-sudut yang tak lagi sama. Namun, ada kenangan yang rupanya tak pernah benar-benar pergi: persaudaraan yang tumbuh di bangku SMA.
Semangat itulah yang kini kembali dirajut para alumni SMA Negeri 3 Gorontalo Angkatan 1992 melalui persiapan Musyawarah II IKA SMANTIG 92, yang dijadwalkan berlangsung Kamis, 1 Oktober 2026.
Persiapan musyawarah dibahas dalam rapat panitia di Water Boom Tiara Park Kota Gorontalo, Senin malam (31/08/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menyatukan kembali langkah alumni sekaligus menata masa depan organisasi.
Ketua Panitia Pelaksana, Irwan Kobie, mengatakan, Musyawarah II bukan semata-mata tentang pergantian pengurus. Lebih jauh, forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus menemukan arah baru yang lebih kuat.
“Musyawarah ini diharapkan menjadi forum bersama untuk memperkuat tali silaturahmi dan persaudaraan alumni Angkatan 1992, sekaligus mengevaluasi perjalanan organisasi, menyempurnakan pedoman organisasi, serta menetapkan arah dan program kerja ke depan,” ujar Irwan.
Bagi alumni, perjalanan selama puluhan tahun tentu telah melahirkan cerita yang beragam. Ada yang menetap di Gorontalo, ada yang menempuh kehidupan di daerah lain. Ada yang tumbuh dalam dunia birokrasi, pendidikan, usaha, politik, maupun berbagai profesi lainnya.
Tetapi perbedaan jalan hidup itu tidak semestinya menghapus jejak masa lalu.
Justru dari keberagaman itulah IKA SMANTIG 92 ingin membangun kekuatan. Organisasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul ketika ada kegiatan, tetapi menjadi rumah bersama, tempat para alumni kembali menemukan wajah-wajah lama, mengenang masa muda, berbagi kabar dan merawat kepedulian.
“Perbedaan profesi, tempat tinggal, aktivitas dan perjalanan kehidupan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk tetap menjaga hubungan persaudaraan,” kata Irwan.
Musyawarah II nantinya juga akan membahas evaluasi kepengurusan sebelumnya, penyempurnaan pedoman organisasi, arah dan program kerja, serta pemilihan pengurus baru.
Proses pemilihan akan mengedepankan musyawarah mufakat, kekeluargaan, demokrasi, transparansi, kesetaraan hak alumni dan akuntabilitas.
Semua itu bermuara pada satu harapan: agar organisasi tetap hidup bukan hanya dalam struktur kepengurusan, tetapi juga dalam denyut persaudaraan para anggotanya.
“Selamanya Akrab”
Ada kalimat sederhana yang dipilih menjadi semangat kegiatan: “Selamanya Akrab.”
Dua kata yang mungkin terdengar sederhana, tetapi menyimpan perjalanan panjang. Sebab keakraban bukan sekadar duduk bersama dalam satu meja. Ia adalah kesediaan untuk tetap saling mengingat ketika waktu telah jauh berjalan.
Tiga puluh empat tahun setelah menyelesaikan pendidikan pada 1992, para alumni kembali dipertemukan dalam satu ruang kebersamaan.
Bukan untuk mengulang masa lalu, melainkan menjadikan masa lalu sebagai akar untuk menumbuhkan masa depan.
Musyawarah II IKA SMANTIG 92 pun diharapkan menjadi titik temu antara kenangan dan harapan—antara persaudaraan yang pernah tumbuh di masa sekolah dan cita-cita untuk membangun organisasi yang lebih aktif, solid dan bermanfaat. Sebab pada akhirnya, sekolah mungkin telah lama ditinggalkan. Seragam telah berganti pakaian kehidupan. Rambut mungkin telah memutih, langkah tak lagi seringan dahulu.
Namun satu hal boleh tetap tinggal:
persaudaraan.
Pada 1 Oktober 2026 nanti, alumni Angkatan 1992 akan kembali duduk bersama, menyatukan suara dan meneguhkan sebuah pesan yang telah mereka bawa sejak masa sekolah: Selamanya Akrab. (*)












