Deteksinews.id, POHUWATO – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pohuwato berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Pohuwato pada Bidang Perlindungan Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak, menggelar kegiatan Penguatan Peran Strategis Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak yang dirangkaikan dengan sosialisasi E-Reporting, Jumat (25/09/2026).
Kegiatan di buka Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato, Iskandar Datau, dan urut hadir Ketua DWP Kabupaten Pohuwato, Ny. Suriyati Iskandar Datau, Kepala Dinas P3AP2KB Pohuwato, Nizma Sanad, serta 150 peserta yang terdiri atas ketua-ketua DWP unit organisasi perangkat daerah (OPD) dan ketua DWP unit kecamatan se-Kabupaten Pohuwato.
Kegiatan tersebut menghadirkan Temmy Andreas Habibie, S.Psi., M.Psi., selaku psikolog sebagai narasumber.
Sekda Pohuwato Iskandar Datau mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat peran keluarga, khususnya orang tua, dalam pembentukan karakter anak.
“Semua bisa terwujud atas bentuk kebersamaan dan solidnya kita. Kalau kita bersatu, solid, apa pun yang kita rencanakan akan bisa diwujudkan. Dengan partisipasi dari ibu-ibu sekalian, ini bisa terlaksana,”ujar Iskandar.
Ia juga mendorong agar kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di tingkat kabupaten, tetapi dapat diperluas hingga ke wilayah kecamatan melalui pembagian klaster sehingga membantu pemerintah memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Bagian barat, bisa dibuat di Kecamatan Popayato, sehingga kita juga tahu kondisi yang ada di lapangan. Demikian juga Randangan dan Taluditi, Lemito dan Wanggarasi, serta wilayah lainnya yang jauh dari daerah,”jelasnya.
Iskandar menambahkan, kegiatan tersebut sangat penting karena orang tua memiliki peran besar dalam mendampingi anak, khususnya anak yang belum memasuki sekolah maupun yang sedang berada pada jenjang sekolah dasar.
Ia juga menyoroti penggunaan telepon seluler oleh anak yang perlu mendapat perhatian dan pengawasan dari orang tua.
“Anak-anak sekarang sudah selalu dengan HP. Ini yang juga memengaruhi mereka, sehingga perlu adanya pembatasan penggunaan HP. Karena HP ini yang akan memengaruhi karakter mereka. Itu sudah melalui studi dan penelitian. Di samping itu, juga bisa berdampak pada kesehatan mata,”katanya.
Ketua DWP Kabupaten Pohuwato, Ny. Suriyati Iskandar Datau, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara DWP Kabupaten Pohuwato dengan Dinas P3AP2KB, DWP Dinas Dukcapil, DWP Dinas Pertanian, DWP Dinas Pangan, DWP Kecamatan Dengilo, serta DWP Kecamatan Randangan.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja DWP se-Kabupaten Pohuwato bidang pendidikan, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter anak berbasis keluarga melalui kegiatan Penguatan Peran Strategis Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan program kerja kesekretariatan berupa penguatan tata kelola sistem informasi pelaporan melalui sosialisasi E-Reporting.
“Selain penguatan peran orang tua, kegiatan kita juga dirangkaikan dengan sosialisasi E-Reporting. Ini merupakan kesempatan bagi kita untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pelaporan kegiatan secara lebih tertib, efektif dan akuntabel,”ujar Suriyati.
Ia berharap E-Reporting tidak sekadar dipandang sebagai kewajiban administrasi, tetapi dapat menjadi sarana untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan dan kontribusi DWP secara lebih baik.
“Dengan pelaporan yang tertib, kita dapat melihat apa yang sudah dilakukan, mengevaluasi kekurangan, dan merencanakan program yang lebih bermanfaat ke depan,”tambahnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Pohuwato, Nizma Sanad, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, sinergi dan komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman dan ramah bagi perempuan dan anak di Kabupaten Pohuwato.
Menurutnya, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat ditangani hanya oleh satu perangkat daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi perempuan, satuan pendidikan, masyarakat, keluarga hingga lingkungan terkecil di desa dan kelurahan,”jelas Nizma.
Ia menilai DWP memiliki posisi strategis dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak. Para anggota DWP, kata dia, tidak hanya menjalankan peran sebagai bagian dari organisasi, tetapi juga memiliki peran sebagai perempuan, ibu, istri, pendidik pertama dalam keluarga, sekaligus bagian dari masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan pemahaman bersama mengenai pentingnya pencegahan kekerasan, perlindungan perempuan dan anak, pemenuhan hak anak, serta penguatan ketahanan keluarga,”ujarnya.
Nizma juga berharap para ketua DWP unit OPD maupun DWP unit kecamatan dapat menjadi penggerak di lingkungan masing-masing dalam menyampaikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat mengenai pola pengasuhan positif, pencegahan kekerasan, perlindungan anak, serta pentingnya membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga.
DP3AP2KB Kabupaten Pohuwato berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan seluruh sektor dan organisasi kemasyarakatan, termasuk Dharma Wanita Persatuan, agar upaya perlindungan perempuan dan anak dapat dilaksanakan secara lebih terpadu, cepat, responsif dan berkelanjutan,”tandasnya.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan sosialisasi E-Reporting yang disampaikan langsung oleh Ketua DWP Kabupaten Pohuwato, Ny. Suriyati Iskandar Datau. (Mey/Prkm-D002)













