DETEKSINEWS.ID, Pohuwato – Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam apresiasi pembagian 200 paket sembako saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Nurul Hidayah, Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa, Selasa (01/09/2026).
Peringatan Maulid Nabi tahun ini dilaksanakan secara sederhana dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak kekeringan dan gagal panen.
Wakil Bupati Iwan S. Adam mengapresiasi langkah pengurus dan masyarakat Masjid Nurul Hidayah yang memilih melaksanakan Maulid secara sederhana. Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat.
Iwan menegaskan, makna Maulid Nabi tidak hanya diukur dari kemeriahan perayaan, tetapi juga dari sejauh mana nilai keteladanan Rasulullah SAW diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui kepedulian terhadap sesama.
Ia menilai pembagian 200 paket sembako menjadi salah satu bentuk nyata dari hikmah Maulid. Semangat berbagi dan membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, kata Iwan, merupakan nilai yang harus terus dipelihara.
Dalam kesempatan tersebut, Iwan juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga yang belum dapat hadir karena sedang berada di Jakarta dalam rangka memperjuangkan kepentingan dan pembangunan daerah Pohuwato.
Selain itu, Iwan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kekeringan. Ia meminta masyarakat menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan bersama-sama menjaga lingkungan.
Ia berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dapat memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Gorontalo Djoni Dalanggo, perwakilan Kecamatan Marisa melalui Kasi Trantibum, serta tokoh masyarakat H. Ayat Hunowu.
Sementara Ketua Takmirul Masjid Nurul Hidayah, Hendrik Wakiden, menjelaskan bahwa pelaksanaan Maulid tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Setelah melalui musyawarah panitia dan pengurus masjid, diputuskan perayaan dilaksanakan secara nasional dan tidak menggunakan tradisi sebelumnya.
Menurut Hendrik, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi dampak kekeringan dan gagal panen. Meski ada sebagian masyarakat yang menginginkan perayaan tetap dilaksanakan secara tradisional, panitia memilih mengutamakan kondisi ekonomi warga.
Selain peringatan Maulid, kegiatan juga dirangkaikan dengan pembagian bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Dari rencana awal sebanyak 100 paket, dukungan masyarakat membuat jumlah bantuan meningkat menjadi 200 paket.
(Prkm-D002)













