Hari Kesaktian Pancasila, KemenHAM Gorontalo Tekankan Penguatan Persatuan dan Budaya Gotong Royong

Hari Kesaktian Pancasila, KemenHAM Gorontalo Tekankan Penguatan Persatuan dan Budaya Gotong Royong

7 views
0

Deteksinews.id, GORONTALO – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali memperkuat persatuan, kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menghidupkan kembali budaya gotong royong yang dinilai mulai terkikis dalam kehidupan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Koordinator Wilayah Kerja Kementerian Hak Asasi Manusia (Wilker KemenHAM) Gorontalo, Kantor Wilayah KemenHAM Sulawesi Tengah, Sarton Dali, usai memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Operasional Wilker KemenHAM Gorontalo, Kamis (1/10/2026).
Sarton mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk kembali melihat perjalanan sejarah bangsa dan mengambil pembelajaran dari berbagai peristiwa yang terjadi pada masa lalu.
“Dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada hari ini, kita kembali diingatkan pada beberapa peristiwa silam di tahun 1965. Tentu ini menjadi satu pembelajaran bagi kita di Indonesia,”kata Sarton.
Menurutnya, persatuan dan kesatuan merupakan modal utama bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu, rasa memiliki serta kecintaan terhadap NKRI perlu terus ditumbuhkan di tengah masyarakat.
“Kita perlu menumbuhkembangkan rasa memiliki dan rasa mencintai terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa Indonesia,”ujarnya.
Sarton juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai bagian dari nilai kebangsaan. Menurutnya, semangat saling membantu dan bekerja sama merupakan warisan penting dari para pendahulu bangsa yang perlu terus dijaga.
“Kami dari Kementerian HAM melihat salah satu poin penting adalah bagaimana kita menghargai para pahlawan yang telah memperjuangkan terbentuknya negara kesatuan ini, kemudian melanjutkan perjuangan mereka dengan membangun budaya saling bekerja sama, yaitu gotong royong,”ungkapnya.
Ia menilai budaya gotong royong saat ini mulai mengalami pengikisan sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk kembali memperkuatnya.“Kalau kami melihat, budaya gotong royong ini sudah mulai terkikis. Karena itu, melalui momentum ini perlu kita tumbuhkan kembali,”tegas Sarton.
Lebih jauh, Sarton mengajak jajaran Kementerian HAM, khususnya Wilker Gorontalo, untuk menjadikan nilai-nilai kepahlawanan sebagai teladan dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, sebagai aparatur sipil negara (ASN), jajaran Kementerian HAM memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan menjadi bagian dari kekuatan pemersatu bangsa.“Nilai kepahlawanan yang telah ditunjukkan oleh para pendahulu kita harus menjadi teladan dan patron dalam kehidupan kita bermasyarakat,”katanya.
Sarton menekankan bahwa semangat persatuan harus ditempatkan di atas berbagai perbedaan yang ada di tengah masyarakat.“Kita sebagai aparatur sipil negara tentu salah satu fungsi kita adalah sebagai pemersatu bangsa. Kita tidak lagi melihat perbedaan suku, ras, agama, tetapi kita melihat bahwa kita adalah satu bangsa,”tuturnya.
Ia berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026 dapat memperkuat komitmen jajaran Wilker KemenHAM Gorontalo untuk terus menjaga persatuan, mengembangkan semangat gotong royong, serta mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
“Harapan kami, Wilker Gorontalo dapat menjadi bagian dari pemersatu bangsa dengan terus menjaga kebersamaan dan menjadikan nilai-nilai perjuangan para pendahulu sebagai pedoman dalam menjalankan tugas,”pungkasnya. (Tim Humas Wilker Gorontalo)

Your email address will not be published. Required fields are marked *