Tak Ada Lagi Sandiwara, Pohuwato Watch Kecam Aktifitas PETI Di Kawasan HPK Dengilo

Tak Ada Lagi Sandiwara, Pohuwato Watch Kecam Aktifitas PETI Di Kawasan HPK Dengilo

12 views
0

DETEKSINEWS.ID, Pohuwato Gorontalo – Tidak ada lagi sandiwara dan rasa takut dalam beraktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Dalam realese yang dikirimkan ke redaksi deteksinews.id, personil Pohuwato Watch Ato Hamzah berang dengan aktifitas yang di lakukan oknum yang jelas jelas sulit tersentuh hukum.

Dalam realesenya, Ato Hamzah menyayangkan, satu unit alat berat merek Hitachi terpantau bekerja brutal di kawasan HPK (Hutan Produksi yang Dikonversi) Ilota, Desa Karya Baru, Kecamatan Dengilo Kabupaten Pohuwato.

Aktivitas ini terang Ato, diduga kuat dikendalikan oleh oknum pelaku usaha berinisial HT, yang dengan terang-terangan menjalankan praktik tambang ilegal di kawasan hutan negara. sesuai pantauan nya, Senin (09/02/2025)

Tak ada lagi sandiwara Tak ada lagi sembunyi-sembunyi kata Ato Hamzah. Alat berat bekerja bebas, siang hari, tanpa rasa takut—seolah HPK adalah milik pribadi, bukan kawasan negara yang dilindungi undang-undang.

Besi urai Ato Hamzah, merobek dan menggerus tanah, mesin membabat hutan, dan terkesan hukum tampak tak berdaya di hadapan kepentingan ekonomi.

HPK yang seharusnya menjadi ruang produksi terkontrol kini berubah menjadi kuburan ekologis. Hutan dilucuti, tanah dijarah, ekosistem dihancurkan, dan ruang hidup dirampas secara sistematis. Ini bukan lagi sekadar pelanggaran hukum—ini adalah perampokan ruang hidup rakyat yang dilakukan secara terbuka.

Ato Hamzah yang juga Sekretaris Pohuwato Watch, melontarkan kecaman keras dan menuntut tindakan nyata dari negara.

Ini tegas Ato Hamzah, bukan pelanggaran biasa, ini kejahatan terbuka. Tambang ilegal di kawasan hutan negara adalah bentuk pembangkangan terhadap hukum dan negara.

“Kami mendesak KPH 3 Pohuwato segera melakukan penertiban, penyegelan, dan penangkapan terhadap oknum HT. Jika ini terus dibiarkan, maka jelas: negara telah kalah di hadapan perusak hutan,” tegas Ato.

Ato kembali menegaskan, pembiaran aktivitas alat berat ini adalah bukti nyata bahwa hukum kalah oleh uang, negara kalah oleh kepentingan, dan lingkungan kalah oleh kerakusan.

Hingga berita ini di publish belum ada konfirmasi ke pihak terkait, dan saat ini tak ada satu pun tanda penindakan. yang terdengar hanya deru mesin dan terlihat hanya hutan yang terus menghilang.

HPK Dengilo sedang dijarah, dan publik dipaksa menyaksikan kehancuran itu tanpa kepastian hukum, tanpa perlindungan negara, tanpa keadilan lingkungan.
reals- D002

Your email address will not be published. Required fields are marked *