Mafia Batu Hitam Gorontalo : “Jejak Terduga K, R, Dan W Di Balik Pemindahan Material Malam Hari Terungkap”

Mafia Batu Hitam Gorontalo : “Jejak Terduga K, R, Dan W Di Balik Pemindahan Material Malam Hari Terungkap”

269 views
0

Bone Bolango, DETEKSINEWS.ID – Dugaan keberadaan mafia batu hitam di Gorontalo semakin jelas dan terungkap. Aktivitas mencurigakan terpantau di Desa Dumbaya Bulan, Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango, tepatnya di belakang Kantor Camat Suwawa Timur.

Terlihat sejumlah armada truk diduga kuat digunakan untuk memindahkan material batu hitam ilegal tersebut.

Pantauan dilapangan menunjukkan aktivitas ini dilakukan secara senyap pada malam hari, tepatnya dari pukul 17.30 WITA hingga 22.00 WITA. Truk keluar masuk area gudang secara bergantian, membawa muatan yang diduga adalah batu hitam bernilai tinggi.

Jejak Tiga Nama Besar

Investigasi Lembaga Aktivis Indonesia (LAI) Perwakilan Gorontalo menyingkap tiga nama yang disebut-sebut sebagai dalang utama di balik operasi pemindahan ini, yakni Kendy, Robin, dan Warsono.

“Kami memantau langsung aktivitas pemindahan material hingga malam hari. Fakta ini bukan kebetulan, tapi sebuah operasi yang terstruktur. Dugaan kuat, Kendy, Robin, dan Warsono adalah otak di balik skenario ini,” ungkap Harson Ali, perwakilan LAI Gorontalo.

Menurut LAI, modus pemindahan malam hari dilakukan untuk mengaburkan jejak barang bukti sekaligus menghindari pantauan aparat dan masyarakat. Tidak hanya itu, dugaan adanya dokumen palsu, gudang tersembunyi, dan oknum beking juga semakin memperkuat indikasi mafia.

Kerugian Negara dan Tantangan Hukum

Harson Ali menegaskan, praktik mafia batu hitam ini tidak bisa dianggap sepele. Negara diduga mengalami kerugian miliaran rupiah akibat penyelundupan material tambang ilegal, sementara masyarakat lokal sama sekali tidak menikmati hasil kekayaan alam mereka.

“Ini bukan sekadar tambang ilegal. Ini kejahatan terorganisir. Negara rugi, hukum dilecehkan, rakyat hanya jadi penonton. Kalau aparat lambat, mafia akan semakin berkuasa,” tegas Harson.

Desakan untuk Aparat

LAI mendesak Polda Gorontalo segera bersinergi dengan Bareskrim Polri untuk menindak tegas jaringan mafia batu hitam ini.

“Kami minta aparat segera bergerak. Telusuri lokasi baru penyimpanan material, sita barang bukti, dan seret aktor-aktor utamanya ke meja hijau. Jangan ada kompromi,” tegas Harson.

Publik Menunggu Tindakan Tegas

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait aktivitas pemindahan material batu hitam di Suwawa Timur. Namun, desakan publik agar aparat segera mengusut kasus ini semakin keras terdengar.

Masyarakat menilai, kasus ini bisa menjadi momentum penting untuk membongkar mafia tambang di Gorontalo, sekaligus mengembalikan kewibawaan hukum yang selama ini dilecehkan.

Rlse-D002

Your email address will not be published. Required fields are marked *