IRT Korban Penikaman Di Marisa, Ternyata Tulang Punggung Keluarga

IRT Korban Penikaman Di Marisa, Ternyata Tulang Punggung Keluarga

129 views
0

Vanda Waraga/Tim

GORONTALO POHUWATO, deteksinews.id – Ironis memang, ternyata ibu rumah tangga (IRT) yang ditikam hingga meregang nyawa tersebut, adalah tulang punggung keluarga.

Korban yang berusaha membahagiakan keluarga kecilnya beserta orang tuanya tersebut, tak pernah mengeluh dengan beban kerja serta hidup yang seharusnya dipikul bersama sang suami.

Namun bagi IRT ini, tak ada rasa lelah selepas balik kerja dari sebuah toko yang memberinya pekerjaan.

Seharusnya selepas kerja IRT ini istrahat, namun ternyata membuat IRT yang dikenal baik bernama Mita Dunggio (22) harus meregang nyawa  ditikam oleh suaminya sendiri Perdi (27).

Kejadian penikaman itu terjadi lepas tengah malam, Minggu (17/12/2023) pukul 00:10 Wita yang berlokasi di Kompleks Pasar Tua, Desa Marisa Selatan, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Informasi yang berhasil dihimpun dari tetangga korban Asran Maksum (54) yang sering di sapa (Ta Oku), awalnya mereka mendengar pertengkaran dan teriakan dari Mita Dunggio bersama suaminya Ferdi.

Hanya saja kata ta Oku, hal itu tak digubris oleh mereka karena dikira hanya pertengkaran biasa saja.

Tetapi 15 menit kemudian teriakan Mita semakin menjadi-jadi dan membuat Asran Maksum bersama tetangga lainnya langsung menuju ke Rumah Mita untuk menengok kondisinya.

Setelah sampai, tak disangka Mita Dunggio sudah terletak di depan pintu masuk rumahnya dengan tubuh bersimbah darah yang mengucur di depan rumah Mitha.

“Awalnya saya kira pertengkaran biasa saja, tapi teriakan itu semakin menjadi-jadi dan ketika bergegas menengok ternyata Mitha telah tersungkur di depan rumah dengan simbah darah di sekujur tubuhnya,” pungkasnya.

Lebih lanjut ungkap Ta oku, karena melihat warga yang mulai berdatangan, membuat Perdi takut dan mencoba melarikan diri, beruntungnya pelarian Perdi pupus, karena berhasil di kejar oleh warga sebelum diserahkan ke Polres Marisa.

“Dia sempat melarikan diri, tapi sempat dikejar warga dan langsung diserahkan ke Polres Marisa,” tuturnya

Nahasnya dalam kejadian itu, Mitha mendapat tiga tusukan, dibagian pipi, leher dan dibawah payudara, yang membuat nyawa Mitha tak tertolong sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk mendapatkan penanganan awal.

“Pokoknya tidak lama setelah ditikam Korban langsung meninggal ditempat sebelum dilarikan ke Rumah sakit,” ucapnya.

Mirisnya Mita meninggalkan seorang anak Balita berumur satu tahun yang selama ini dibiayai olehnya dengan bekerja sebagai penjaga di salah satu toko di Kecamatan Marisa. (Tim/man/D002)

Your email address will not be published. Required fields are marked *