Deteksinews.id, GORONTALO – Upaya mencegah stunting tidak cukup hanya melalui pemenuhan gizi anak. Hunian yang layak, sanitasi sehat, dan lingkungan bersih juga menjadi faktor penting. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peninjauan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga berisiko stunting di Desa Huidu Utara, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Rabu (14/10/2026).
Peninjauan dilakukan Mutiara Pasaribu Mugiyanto, istri Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (WamenHAM) RI sekaligus anggota Bidang 5 (Indonesia Hijau) Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (SERUNI KMP) saat bersama-sama mendampingi kunjungan kerja Selvi Gibran Rakabuming (istri Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka) dan para anggota SERUNI KMP di Provinsi Gorontalo.
Program bantuan RTLH tersebut merupakan kolaborasi Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (SERUNI KMP), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP) dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk meningkatkan kualitas hunian keluarga berisiko stunting di Provinsi Gorontalo.
Penyerahan bantuan RTLH yang sudah selesai pekerjaannya tersebut secara simbolis oleh Selvi Gibran Rakabuming kepada keluarga penerima manfaat, Tomi Husin dan Elvendriyani Inunu. Keluarga tersebut menerima bantuan renovasi senilai Rp75.481.902 untuk memperbaiki rumah seluas 36,64 meter persegi agar menjadi hunian yang lebih layak, sehat, dan memenuhi kebutuhan sanitasi dasar.
Tomi Husin mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Ia berharap renovasi rumah tersebut dapat memberikan lingkungan yang lebih sehat bagi istri dan anaknya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Rumah kami sebelumnya kurang layak, dan kami khawatir akan dampaknya pada kesehatan anak kami. Dengan renovasi ini, kami berharap dapat memberikan lingkungan yang lebih baik dan masa depan yang lebih sehat bagi anak kami,”ujar Tomi.
Sementara itu, Mutiara Pasaribu Mugiyanto mengungkapkan, hunian layak merupakan salah satu fondasi penting dalam pencegahan stunting. Kondisi sanitasi yang buruk, keterbatasan akses air bersih, serta lingkungan tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan memengaruhi tumbuh kembang anak.
Olehnya itu, ia menekankan bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan lintas sektor. Pemenuhan gizi perlu didukung kondisi lingkungan tempat tinggal yang sehat agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Mutiara mengatakan melalui program renovasi RTLH, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus memperkuat pencegahan stunting. “Bantuan diprioritaskan bagi keluarga rentan, termasuk yang memiliki ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita berisiko stunting,”katanya.
Peninjauan di Desa Huidu Utara ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemenuhan kebutuhan dasar keluarga, sekaligus menegaskan bahwa rumah layak bukan sekadar tempat berlindung, melainkan bagian penting dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. (Tim Humas Wilker Gorontalo)













