DETEKSINEWS.ID, Pohuwato – Sungguh malang nasib pasangan suami istri asal Dusun Mekar Indah, Desa Palopo, Kecamatan Marisa. Di mana rumah yang menjadi satu-satunya untuk beristirahat kembali dilalap si jago merah. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Senin (26/01/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.
Saat kebakaran pun, pasutri Azis Suko, (60), dan Hawaria Olii, (46) tidak berada karena menghadiri hajatan keluarga di wilayah Kecamatan Marisa. Informasi kebakaran baru mereka ketahui setelah pulang dan diberi tahu oleh kerabat yang berada di salah satu warung tak jauh dari lokasi kejadian.
Mendapat kabar tersebut, pasutri itu segera menuju lokasi, namun rumah papan yang mereka tempati sudah rata dengan tanah. Tidak ada harta benda yang berhasil diselamatkan selain pakaian yang melekat di badan. Seluruh isi rumah, termasuk dua koli beras, habis terbakar.
Mirisnya, peristiwa kebakaran ini bukan yang pertama kali dialami pasangan tersebut. Selama delapan tahun menetap di rumah yang berada di belakang Kantor KPU Pohuwato, mereka telah tiga kali mengalami musibah serupa, yakni pada tahun 2022, 2024, dan kembali terjadi di awal tahun 2026 ini.
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, didampingi Camat Marisa, Usman Bay, Kabag Prokopim, Ikbal Mbuinga, serta Kepala Desa Palopo, Agus Hulabangga, mengunjungi langsung lokasi kebakaran pada Rabu (28/01/2026) untuk melihat kondisi korban sekaligus memberikan dukungan moril.
Bupati Saipul A. Mbuinga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami korban, terlebih kejadian tersebut telah berulang hingga tiga kali di lokasi yang sama.
Ini sudah yang ketiga kalinya, selang dua tahun sejak kejadian pertama pada 2022. Kejadian seperti ini perlu kita telusuri lebih dalam, karena terjadi berulang di tempat yang sama, sementara aliran listrik di rumah tersebut tidak ada,”ungkap Bupati.
Ia menegaskan, meskipun kebakaran merupakan musibah yang tidak diinginkan, namun penyebabnya tetap perlu didalami agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Bupati juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati, terutama dalam penggunaan sumber api seperti obat nyamuk bakar yang diletakkan dekat dengan bahan mudah terbakar, maupun penggunaan penerangan tradisional seperti lampu botol yang berisiko memicu kebakaran apabila terjatuh atau terpelanting.
“Termasuk juga menghindari meninggalkan rumah dalam kondisi lampu atau obat nyamuk masih menyala,”pesannya.
Dilokasi tersebut, Bupati Pohuwato turut menyaksikan pemasangan tenda darurat atau hunian sementara (Huntara) oleh Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana). Pendirian Huntara dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Sosial, Risna R. Laisa, sebagai tempat sementara bagi korban untuk beristirahat.
Melihat kondisi yang ada, Bupati Saipul menghubungi Ketua Baznas Pohuwato terkait kebakaran rumah, pihaknya berharap ada bantuan dari Baznas untuk korban kebakaran.
Pemerintah Daerah Pohuwato melalui Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan bencana non-alam berupa paket kebutuhan dasar dan mendirikan Huntara. Bantuan yang diserahkan meliputi makanan siap saji, makanan anak (biskuit), lauk pauk siap saji, kasur lipat, selimut, family kit, terpal, sandang dewasa, serta tenda keluarga.
Sekretaris Dinas Sosial, Risna R. Laisa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Marisa dan Pemerintah Desa Palopo yang turut membantu dan memberikan masukan dalam pendirian Huntara.
Ia berharap pasangan suami istri tersebut dapat merasa nyaman tinggal sementara di Huntara sambil menunggu proses perbaikan rumah.
Terlebih, Bupati Pohuwato juga telah berkoordinasi langsung dengan Ketua Baznas Pohuwato untuk membantu meringankan beban pasutri tersebut yang sehari-hari berprofesi sebagai petani dan ibu rumah tangga.
Prkm- D002












