DETEKSINEWS.ID, Gorontalo – Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (MenHAM RI), Natalius Pigai, melakukan kunjungan kerja perdana ke Provinsi Gorontalo pada Selasa (31/3/2026).
Setibanya di Bumi Serambi Madinah, Menteri Pigai disambut dengan prosesi adat Mopotilolo, sebuah upacara sakral untuk memuliakan pejabat tinggi negara yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah Gorontalo.
Menteri kelahiran Papua ini tiba di Bandara Djalaluddin Tantu sekitar pukul 09.00 WITA dengan maskapai Garuda Indonesia. Kehadirannya disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, dan Kepala Kantor Wilayah KemenHAM Sulawesi Tengah, Mangatas Nadeak.
Dari Bandara Jalaludin Tantu, rombongan segera bertolak menuju Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo untuk mengikuti rangkaian adat Mopotilolo yang dipandu oleh pemangku adat U Duluwo Limo Lo Pohalaa (Dewan Adat dari Lima Negeri Adat). Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, beserta unsur Forkopimda menyambut hangat kehadiran MenHAM di gerbang rumah jabatan.
Suasana khidmat menyelimuti prosesi saat tabuhan genderang adat dan Tarian Longgo (tarian perang) mengiringi langkah Menteri Pigai menuju ruang utama. Rangkaian prosesi meliputi, Mopodungga Lo Adati, yakni penyampaian kata-kata bijak dalam bahasa Gorontalo.
Mopodungga Lo Uyilumo, yakni prosesi mempersilakan minum dan penyajian kue-kue tradisional yang sarat akan makna filosofis.
Kemudian doa bersama dipimpin oleh Qadhi Kota Gorontalo, K.H. Abdul Rasyid Kamaru.
Prosesi selanjutnya diakhiri dengan Mongabi atau pernyataan resmi dari tokoh adat bahwa pejabat yang bersangkutan telah mendapatkan restu dan diterima secara adat untuk berkunjung di Gorontalo.
Setelah prosesi adat selesai, acara dilanjutkan dengan jamuan makan siang bersama Gubernur Gusnar Ismail.
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian HAM untuk memperkuat pemahaman hak asasi di tingkat daerah.
Berdasarkan agenda, MenHAM Natalius Pigai dijadwalkan hadir di Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada Rabu, 1 April 2026. Pigai akan memberikan materi dalam acara “Penguatan Kapasitas HAM” yang akan diikuti oleh sedikitnya 5.000 masyarakat Gorontalo. (Tim Humas Wilker Gorontalo)













