Akan Datangi Polda Gorontalo LAI Desak Audit Pelaku PETI Potabo Dan Tomula Pohuwato

Akan Datangi Polda Gorontalo LAI Desak Audit Pelaku PETI Potabo Dan Tomula Pohuwato

15 views
0

DETEKSINEWS.ID, Gorontalo – Perwakilan DPP Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Harson Ali, Rabu, (25/3/25) akan mendesak pihak Polda Gorontalo agar dapat mengaudit pelaku usaha Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Potabo dan Tomula Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato, karena di duga beraktivitas di kawasan Cagar Alam (CA) yang selama ini di jaga kelestariannya.

Hasil usaha dari usaha yang tidak berijin kata Harson Ali, harus di sita untuk negara di karenakan aktifitas penambangan emas mereka telah merusak hutan dan lingkungan kawasan CA.

“Kami mengantongi data dan nama nama para pelaku usaha sekaligus perusak lingkungan pada kawasan CA tersebut.” Ungkapnya datar.

LAI terang Harson, berencana melaporkan oknum oknum tersebut dengan dugaan tindak pidana pencucian uang.

Dan saat ini mulai terpantau, sejumlah pelaku usaha PETI tersebut, terindikasi mereka sudah mulai mengaburkan hasil usaha yang di duga dari usaha PETI itu.

Lanjut Harson, terinformasi oknum oknum tersebut mulai menyembunyikan hasil PETI berupa butiran emas di tempat mereka saat ini.

Olehnya LAI meminta pihak polda untuk memastikan apakah benar dugaan informasi tersebut, karena tindakan seperti itu termasuk perbuatan melawan hukum sebab butiran emas yang di duga mereka simpan adalah hasil dari usaha ilegal.

Bila itu di laksanakan penyitaan dan menjadi bukti usaha PETI, maka akan menjadi motivasi para pelaku usaha dan masyarakat untuk melaksanakan amanah undang undang dengan melegalkan usaha pertambangan melalui mekanisme pengurusan Izin Pertambangan Rakyat serta perizinan lainnya sehingga status legal dalam berusaha tercapai dan masyarakat dapat mengelola usaha pertambangan emas tanpa ada rasa takut serta was was.

Berikut kata Harson, seperti dalam realesenya yang di kirimkan ke redaksi, para pemain PETI di kawasan CA di lokasi Potabo dan Tomula, serta lokasi lainnya, baik yang ada di Bulangita serta Dengilo, Saidi Pambi, Parman Pambi, Kude, Firman Pakaya, Fandi Mardani, Zay Umuri, Hais Pasa alias Gayisi, Daeng Edi, Daeng Ambo, Daeng Bodi, Liun Makalawo, Aco Raman, Pampam, Haja Wati, Nani Tabulo, Heri Saud serta, Umi iya sipayo.

‘”Jumlahnya ada 17 pelaku usaha, dan Insya Allah Senin depan akan resmi kami laporkan ke APH.” Tutupnya.

Your email address will not be published. Required fields are marked *