TAK ADA DUALISME DALAM DPP IKASMANSA GORONTALO

TAK ADA DUALISME DALAM DPP IKASMANSA GORONTALO

85 views
0

Oleh : Dahlan Pido, SH., MH.
(Ketua Lembaga Hukum DPP Ikasmansa Gorontalo)

Bahwa Kepengurusan DPP IKASMANSA GORONTALO (Ikatan Alumni Sekolah Menengah Atas Negeri Satu Gorontalo) hanya satu, yakni yang dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2025 di Hotel Crown Plaza Lantai 22 Bandung dengan Ketua Umum Irjen Pol. (Purn) Drs. Yotje Mende, SH. M.Hum, sehingga adanya pelantikan susulan di Gorontalo pada tanggal 26 Oktober 2025 merupakan hal yang baik, karena melakukan hanya acara Silaturahim Alumni Korwil Ikasmansa Gorontalo yang diadakan di Gedung Azizah Gorontalo.

Demikian juga membuat acara-acara lanjutan lainnya, tidak dibenarkan menggunakan nama DPP Ikasamansa Gorontalo, logo, hymne dan atribut-atribut lain yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Legalitas DPP yang ada saat ini, karena disitu selain diatur oleh ketetuan, dan ada juga etika yang harus dijaga.

Dasar hukum dari Kepengurusan DPP Ikasmansa yang beralamat di Jl. Sudirman, Jakarta, berdasarkan Akta Perkumpulan Akasmansa No 01 tertanggal 18 November 2025 dengan Notaris/PPAT Goenawan Hadiwibowo, SH., M.Kn, dan SK Keputusan Menteri Hukum RI Nomor AHU-0009941.AH.01.07 Tahun 2025, tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Ikatan Alumni SmanSa Gorontalo.

Sebelumnya juga DPP Ikasmansa memiliki dasar hukum Akta Notaris Yayasan tahun 2014. Jika ada penggunaan DPP Ikasmansa Gorontalo, logo, hymne dan atribut lain merupakan tindakan yang melangggar hukum, baik Perdata, Pidana maupun administrasi.

Bahwa selama perjalanan organisasi DPP Ikasmansa Gorontalo dibentuk dan berdiri sejak tahun 2004, lanjut adanya pertemuan Reuni/Siaturahim Akbar di Ancol, kemudian Munas Cilegon Banten dengan terpilihnya Ketua Umum, Irjen Pol. Drs. Yotje Mende, SH. M.Hum., mengganti ibu Kasma Bouty saat itu anggota DPR RI. Lanjut pertemuan Rakernas di Batam pada saat Ketum menjabat sebagai Kapolda KEPRI, kemudian berturut-turut di Bandung dengan terpilihnya Ketum Capt. Agus Makarawo, dan tidak pernah mengalami guncangan persoalan/damai.

Organisasi alumni IKASMANSA selama ini sangat bersatu, rasa solidaritas dan kekeluargaan yang tinggi antar alumni kuat, tidak ada yang disusupi kepentingan orang perorang atau oknum yang merusak tali Silaturahim. Kita harus berupaya sampai akhir bertanggungjawab dan menjaga tali persatuan, kekeluargaan dan kebersamaan antar alumi/angkatan untuk tidak ada dualisme kepengurusan. Jika ada sesuatu yang menjadi masalah kita bisakan bicara dengan hati kehati, saling memaafkan dan saling pengertian (islah).

Sangat disesalkan sebuah organisasi alumni (Ikasmansa) Gorontalo, dengan nilai luhur yang memiliki wawasan kelimuan dan persatuan alumni retak jika ada praktik-praktik tidak elegan yang menyerupai gaya organisasi massa biasa dari orang-orang yang membawa virus perpecahan. Alumni Ikasmansa Gorontalo harus mencerminkan karakter pejuang ilmu, yang pola pikir berinovasi semata-mata demi kepentingan alumni, sekolah Smansa, dan daerah Gorontalo, jangan sampai merusak nilai-nilai musyawarah dan mufakat sebagaimana terkandung dalam Sila ke-empat Pancasila. Kita alumni harus mengenyampingkan ambisi kelompok atau anggota-anggota tertentu yang membawa ke jalur yang tidak sesuai aturan organisasi dari hasil keputusan Munas. Bahwa Munas tanggal 14 Februari 2025 di Bandung yang menghasilkan keputusan Munas, mayoritas melahirkan 2 (dua) keputusan, yakni terpilihnya Ketua Umum (Ketum) dan Ketua Majelis Pertimbangan (MP) yang diterima bulat oleh peserta setiap angkatan yang mengirimkan perwakilan (dari angkatan tahun 60-an sampai 2024). Selanjutnya Ketum terpilih diberi amanah oleh SK Munas 2025 maksimal selama 3 bulan untuk membentuk kepengurusan dengan bantuan 6 (enam) orang formatur, namun dalam perjalanan waktu sampai 7 bulan (September 2025) hal itu tidak terjadi. Kevakuman/kekosongan ini membuat kelalaian Ketum terpilih, sebab adanya waktu yang telah diberikan belum terpilih kepengurusan, dan formatur yang ditunjuk dalam Munas tanggal 14 Februari 2025 sampai 7 (tujuh) bulan bubar yang tidak menghasilkan apa-apa.

Kelalaian menjalankan Amanah ini menjadi alasan MP yang melaksanakan tugas sebagai Peml dan Pengawas organisasi dengan iktikad baik melakukan tindakan penyelamatan organisasi Ikasmansa pada tanggal 19 Oktober 2025 dengan mengundang Ketum terplih Ikasmansa dan para perwakilan angkatan sebagai alumni, supaya Ketum terpilih dapat menjalankan tugas dengan normal. Berhubung Ketum terpilih 14 Ferbuari 2025 tidak hadir walaupun sadah diundang secara resmi dan layak, maka tindakan penyelamatan organosasi dilakukan dengan melakukan pemilihan Ketum baru, dan terpilihlah Irjen Pol (Purn) Drs. Yotje Menda, SH., MH. Jika tidak ada kepengurusan, maka roda organisasi Ikasmansa tidak bisa dijalankan dengan normal, sebab kelalaian itu salah satu bentuk kesalahan yang timbul karena ditentukan oleh aturan (undang-undang) yang disepakati bersama dalam suatu organisasi.

Dalam lingkungan organisasi masyarakat atau alumni, kelalaian dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan yang menjadi konsekuensi hubungan antar alumni atau anggota menjadi negatif yang berdampak negatif munculnya keresahan, keretakan dan perpecahan dalam kelompok alumni/angkatan itu sendiri yang disebabkan oleh kurangnya komunikasi, tidak saling memahami dan menghormati antara senior dan yunior, malah adanya egoisme kelompok alumni dari anggota tertentu.

Dengan kejadian ini, mari kita bersama-sama inropeksi diri sebagai alumni dari Smansa untuk saling berpegangan tangan dalam satu wadah Ikasmansa yang kita cintai, jangan sampai terjadi perpecahan, persaudaraan dan kekeluarga alumni. Keharmonisan diutamakan ditengah-tengah keberagaman sifat/karakter alumni untuk sebuah keindahan yang mencerminkan kematangan pribadi untuk lebih bijaksana mengambil keputusan. Di negara yang kaya akan berbagai budaya, agama, etnis, dan latar belakang seperti Indonesia ini, keharmonisan bukan hanya sekadar impian, tetapi sebuah kebutuhan yang esensial untuk mencapai kedamaian dan kemajuan bersama demi Ikasmansa Gaorontalo. Keharmonisan ini menuntut adanya toleransi bukan berarti menerima perbedaan dengan alamuni yang beragam. Toleransi menjadi pondasi penting untuk menghindari konflik dan menjaga hubungan yang harmonis untuk hidup berdampingan dengan damai. Ini membutuhkan usaha keras dari setiap anggota alumni untuk mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi demi kebaikan bersama. Kita sadari bahwa kerukunan bersama lebih penting daripada kemenangan kelompok, maka sesama alumni harusnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan kita yang dapat membangun Ikasmansa yang damai, rukun dalam persatuan bagi kita semua.
Setiap perkumpulan pasti ada faksi-faksi yang tidak sejalan, tetapi itu bisa diatasi dengan musyawarah/dialog, sebab musyawarah mengajarkan kita betapa pentingnya menghormati perbedaan yang memperkuat rasa kebersamaan, dan menjadi sarana menjaga keharmonisan sosial. Suatu organisasi tidak sekadar prosedur formal hadir, melainkan mencerminkan kerukunan di tengah keberagaman dengan sikap rendah hati untuk mencari jalan keluar dari persoalan, sehingga lahir keputusan kolektif yang berfungsi menyelesaikan urusan keduniawian.

Harus kita ingat bahwa Ikasmansa Gorontalo merupakan wahana yang tidak bisa dinilai dengan materi berpapun nilainya, sebab ini adalah tempat menghibur diri, guyub, bercanda ria dari para senior dan Yunior karena segala persoalan kebuntuan hidup bermasyarakat di lingkungan tetangga, kejenuhan dalam rumah dan lingkungan instansi, baik alumni yang berwiraswasta, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun sebagai anggota TNI dan Polri. Kita lepaskan status sosial masing-masing, kita melihat saat kita masih sebagai siswa/wi Smansa yang tidak tau nasib siapa menjadi apa. Kita harus bersyukur kepada sang Kholiq/Pencipta alam semesta, bahwa suatu saat beseok lusa kita meninggalkan dunia harus berbuat hal yang bermanfaat (Legacy) warisan baik untuk yunior-yunior kita kelak sebagai penerus, minimal sikap, teladan, membagi ilmu dan nasehat.

Demikian mohon maaf dalam suasana Idul Fitri 1447 M / Maret 2026, semoga kita tetap damai, bersatu bersama dan bersaudara sampai akhir dalam Ikasmansa dimanapun alumni itu berada. (*realese – 24/3/26*)

Your email address will not be published. Required fields are marked *