MBG SDN 07 Marisa, Diduga Tak Layak Konsumsi

views
0

Pohuwato – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi siswa justru menuai sorotan tajam di SDN 07 Marisa. Pada menu yang dibagikan kepada siswa pada Senin (10/03/2026), ditemukan roti yang sudah berjamur serta pisang yang hampir membusuk dan dinilai tidak layak untuk dikonsumsi anak-anak.
Temuan tersebut langsung memicu keresahan di kalangan orang tua siswa. Sejumlah wali murid bahkan menyebut kondisi makanan tersebut sebagai “Menu Beracun Gratis”, karena dinilai sangat berbahaya jika sampai dikonsumsi oleh anak-anak.
Salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya mengaku geram melihat kondisi makanan yang dibagikan kepada para siswa. Ia menilai kelalaian seperti ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kesehatan anak-anak.
“Kalau makanan seperti itu dimakan anak saya, pasti bisa sakit. Ini sangat merugikan. Jangan sampai program yang katanya bergizi justru membahayakan anak-anak,” tegasnya dengan nada kecewa.
Menurut para orang tua, program MBG seharusnya menghadirkan makanan sehat dan layak konsumsi, bukan justru makanan yang kualitasnya diragukan. Mereka mendesak pihak penyelenggara untuk melakukan evaluasi serius terhadap kualitas makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
Fenomena ini juga memunculkan pertanyaan besar mengenai pengawasan terhadap penyediaan menu MBG di sekolah. Pasalnya, program yang dirancang untuk meningkatkan gizi siswa justru berpotensi menimbulkan risiko kesehatan apabila standar kebersihan dan kelayakan makanan tidak diperhatikan.
Para orang tua berharap pemerintah daerah serta pihak terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap penyedia makanan dalam program tersebut. Mereka menegaskan, keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar menggugurkan kewajiban menjalankan program.

Your email address will not be published. Required fields are marked *