DETEKSINEWS.ID, Pohuwato – Menjelang momentum mudik Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Pohuwato mulai tancap gas melakukan persiapan teknis. Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakor) Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Gunung Pani, Senin (02/03/2026).
Didampingi Sekda Iskandar Datau dan Kadis Perhubungan Muslimin Nento, Bupati Saipul menegaskan bahwa posisi strategis Pohuwato sebagai gerbang Trans Sulawesi menuntut kewaspadaan ekstra.
Dalam arahannya, Bupati Saipul menekankan bahwa lonjakan arus lalu lintas dan penumpang merupakan fenomena tahunan yang tidak boleh dianggap remeh. Koordinasi lintas sektoral menjadi harga mati untuk meminimalisir potensi kendala di lapangan.
Pohuwato adalah jalur vital Trans Sulawesi. Menjelang lebaran, arus kendaraan dan penumpang pasti melonjak. Saya minta seluruh pihak terkait bergerak cepat mengantisipasi setiap potensi persoalan sejak dini,” tegas Bupati di hadapan unsur Forkopimda, perwakilan Bandara Panua, dan pengelola pelabuhan.
Ia menambahkan, kelancaran arus mudik bukan hanya soal pengaturan jalan raya, melainkan integrasi pengawasan di seluruh moda transportasi—darat, laut, hingga udara—agar tetap dalam kondisi aman dan terkendali.
Sektor udara turut menjadi sorotan. Meski okupansi penumpang di Bandara Panua saat ini masih tergolong rendah, Bupati tetap optimistis terhadap pengembangan infrastruktur tersebut. Ia mengaku terus menjalin komunikasi intensif dengan Dirjen Perhubungan Udara.
Kami sedang berupaya mengusulkan penambahan panjang runway. Dengan laju pertumbuhan penduduk, keberadaan bandara ini sangat krusial. Kita siapkan infrastrukturnya dari sekarang,” jelasnya.
Tak hanya udara, pelabuhan barang dan penyeberangan juga mendapat perhatian khusus. Bupati meminta dukungan penuh dari Polres Pohuwato dan Dishub untuk memperketat pengawasan kendaraan yang masuk dan keluar pelabuhan guna menghindari kecelakaan atau penumpukan massa.
Rakor teknis ini diharapkan menghasilkan langkah-langkah strategis yang konkret. Target utamanya adalah menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang akan merayakan hari raya di Bumi Panua.
“Dibutuhkan kecakapan dan kerja sama solid untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kita ingin warga bisa menyambut Idul fitri dengan rasa aman,” pungkasnya.
Prkm- D002













